**Borneonews - Meulaboh**, Penyidik dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat telah mengambil langkah untuk meminta keterangan dari ahli di bidang *pidana* serta dari ahli keuangan negara. Kegiatan ini berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan insentif pajak daerah dengan total nilai lebih dari Rp3,5 miliar, yang berlangsung sejak tahun 2018 hingga 2022. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Siswanto, mengungkapkan bahwa permintaan keterangan tersebut bertujuan untuk melengkapi proses penyidikan yang tengah berlangsung. Menurutnya, informasi dari para ahli ini sangat diperlukan untuk memperkuat keterangan yang telah diperoleh dari saksi-saksi dalam kasus ini. Sejauh ini, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan dari sekitar 160 orang saksi. Mereka terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak atau honorer, serta pejabat pemerintah daerah setempat. Siswanto menjelaskan bahwa pengumpulan data dan informasi tersebut merupakan bagian integral dari proses penyidikan yang sedang diupayakan. Saat ini, mereka juga menunggu kehadiran auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh. Tugas auditor adalah untuk melakukan audit keuangan yang berkaitan dengan perkara ini guna memastikan apakah ada indikasi kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh dugaan tindak pidana yang dilakukan. Siswanto mengungkapkan, berdasarkan penilaian sementara dari penyidik, indikasi kerugian keuangan negara dalam kasus ini ditaksir mencapai lebih dari Rp3,5 miliar. Namun, dia menekankan bahwa angka tersebut bisa mengalami perubahan setelah audit dilakukan oleh pihak BPKP. Penyidikan ini muncul setelah pihak penyidik menemukan bukti bahwa ada individu atau kelompok yang tidak berhak dalam menerima insentif pajak daerah, namun tetap menerima dana tersebut secara ilegal. Dalam konteks ini, keuangan negara yang telah berhasil dikembalikan kini mencapai sekitar Rp700 juta, meskipun total taksiran kerugian oleh penyidik masih lebih dari Rp3,5 miliar. Dengan demikian, upaya pengembalian dana tersebut menunjukkan komitmen untuk memulihkan keuangan negara yang terdampak akibat peristiwa ini. ANTARA