SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, yang terletak di Jawa Tengah, terpilih sebagai lokasi studi lapangan untuk pelatihan kepemimpinan pengawas (*PKP*) yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. Penunjukan ini menunjukkan keberhasilan Pekalongan dalam menciptakan inovasi yang signifikan dalam pelayanan publik. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa kegiatan studi lapangan ini berfokus pada dua instansi, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (*DPMPTSP*) dan Rumah Sakit Umum Daerah (*RSUD*) Bendan. Kedua instansi tersebut telah menerapkan berbagai inovasi aplikasi yang patut dicontoh. “Melalui studi lapangan singkat ini, kami berharap dapat memberikan manfaat baik bagi daerah kami maupun bagi peserta pelatihan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung. Ini merupakan kesempatan untuk saling berbagi informasi dan pengalaman guna kemajuan masing-masing wilayah,” ujarnya. Afzan juga menegaskan bahwa sinergi dalam studi lapangan ini tidak menunjukkan bahwa Kota Pekalongan lebih unggul dibandingkan dua kabupaten tersebut. Lebih dari itu, terdapat sektor-sektor tertentu yang memungkinkan untuk dilakukan tukar informasi dalam proses penerapannya. Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan telah mengirimkan aparatur sipil negara (*ASN*) untuk mengikuti pelatihan di Kabupaten Bandung dan Bekasi. “Alhamdulillah, kali ini kami mendapatkan kunjungan balasan. Kami berharap akan ada nota kesepahaman (*MoU*) mengenai potensi wilayah masing-masing yang bisa diterapkan,” tambahnya. Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri, yang terdiri dari jajaran *ASN* di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung, akan mempelajari berbagai inovasi pelayanan publik dari Pemkot Pekalongan selama tiga hari ke depan. Inovasi pelayanan publik yang ditawarkan antara lain adalah *New Sistem Aplikasi Perizinan Online Ringkas Ekonomis* (*New Sakpore*), *Siap Melayani Administrasi Perizinan Melalui Layanan Keliling Terpadu* (*Si Aap Mlaku*), *Sistem Aplikasi Laporan Harian* (*SiAlan*), dan *Sistem Aplikasi Kodifikasi Regulasi Pelayanan* (*Sikarep*). Selain itu, terdapat pula aplikasi *Pengendalian Penanaman Modal* (*Si Appem*), *Whistle Blowing System* (*WBS*) yang memudahkan proses pengurusan izin usaha, serta *Bendan Emergency Mobile Penanganan Kegawatdaruratan Gratis Terintegrasi dengan Bendan Mobile* (*Bembi Naik Si Bemo*). Kombes Pol. Ruli Agus Pramono selaku Kepala Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan kaji terap yang berfokus pada program aksi perubahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi. “Kami sangat ingin mendapatkan gambaran langsung melalui studi lapangan ini. Kita semua mengetahui bahwa perkembangan Kota Pekalongan sangat luar biasa, khususnya dalam hal inovasi yang telah diterapkan,” pungkasnya. ANTARA