BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Direktur Utama (Dirut) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menerima kunjungan kerja rombongan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dipimpin Sekretaris Wantimpres IGK Manila, Kamis (23/6/2016).

Agenda kunjungan kerja Wantimpres dan Tim Kajian Kebijakan, Kelembagaan dan Pemanfaatan Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Biopestisida ke Perkebunan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit tersebut dilakukan guna menggali informasi secara langsung terkait pengembangan pupuk biopestisida/pupuk hayati di PT SSMS, Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Sebelum bertolak ke Sulung, rombongan Wantimpres terlebih dahulu singgah di kantor Citra Borneo Indah (CBI). Rombongan yang disambut secara langsung oleh Dirut PT. SSMS Rimbun Situmorang mendapat materi presentasi terkait pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit sebagai pupuk organik untuk budidaya tanaman perkebunan kelapa sawit. Selain limbah pabrik PT. SSMS juga memanfaatkan kotoran ternak sapi sebagai penyedia unsur hara untuk meningkatkan kesuburan lahan perkebunan.

Direktur Utama (Dirut) PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS) Rimbun Situmorang mengatakan, terkait pengembangan biopestisida/pupuk hayati di lingkungan perusahaan, pihaknya juga telah bekerjama dengan lembaga riset dari Universitas Mulawarman. Hasil riset menyebutkan, keragaman hayati yang ada dilingkungan perusahaan masih cukup tinggi.

"Boleh dikatakan masih sangat bagus ditemukan keragaman hayati di lingkungan perusahaan kita," kata Rimbun.

Sementara itu, IGK, Manila mengaku terkejut dengan apa yang dikembangkan oleh perusahaan yang didirikan oleh pengusaha nasional H Abdul Rasyid AS ini terkait dengan integrasi sapi-sawit. Ia berjanji akan mengirimkan tim riset ke PT SSMS untuk melakukan kajian mendalam terhadap program integrasi tersebut.

Manila berharap keterlibatan tim riset nantinya dapat berperan penting dalam pengembangan program integrasi tersebut. "Nanti kita coba kirim tim riset kemari supaya dapat bekerjasama mengembangkan program ISS di PT. SSMS," ujarnya.

Setelah melakukan dialog dengan pihak manajemen PT. SSMS rombongan Wantimpres melanjutkan agenda kerjanya dengan mengunjungi peternakan sapi di Sulung Ranch, Desa Sulung, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan sapi hasil integrasi. Selain itu, rombongan juga meninjau laboratorium PKS Sulung.

IGK, Manila beserta rombongan terlihat antusias melihat peternakan ribuan sapi berbagai jenis tersebut, baik sapi jenis Bali, Limosin, Simental dan Brahman. Ia pun sesekali mengabadikan momen dengan view peternakan sapi. Rombongan juga menyaksikan praktek pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan bakar rumah tangga melalui teknologi biogas. (KOKO SULISTYO/m)