MEDAN –
**Borneonews - Medan**, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk menyediakan pasokan listrik yang handal dan stabil menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI pada tahun 2024. Pihak PLN juga berupaya memastikan bahwa semua infrastruktur kelistrikan yang diperlukan akan segera rampung. General Manager PLN UID Sumut, Saleh Siswanto, dalam pernyataannya di Medan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pengecekan terkait kesiapan infrastruktur kelistrikan di berbagai lokasi pemasok daya. Beberapa titik yang telah ditinjau mencakup PLN UPDK Belawan, Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut), serta Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Sumatera Utara (UP2D SU). “Agar PON XXI Aceh-Sumut pada tahun 2024 berlangsung sukses, kami berupaya memastikan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan lancar, dan kami juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait,” jelasnya. Tidak hanya itu, PLN Sumut telah menyiapkan strategi pengamanan berlapis yang mencakup pemasangan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebanyak 34 unit, 17 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), serta 33 unit genset. Persiapan ini bertujuan untuk menjaga pasokan listrik agar tetap stabil selama event olahraga besar tersebut. Selanjutnya, PLN akan menerjunkan 546 personel gabungan yang siap siaga untuk memastikan kelancaran pasokan listrik selama PON XXI Aceh-Sumut 2024. “Sebelum acara dimulai, kami juga akan melakukan serangkaian uji coba sistem pengamanan kelistrikan di berbagai venue,” tambah Saleh. Saleh juga memberikan informasi mengenai kondisi kelistrikan di Sumut saat ini yang berada dalam keadaan normal dan aman. Daya Mampu Pasok (DMP) tercatat sebesar 2.300 megawatt (MW), dengan proyeksi beban puncak mencapai 2.165 MW, sehingga cadangan daya yang tersedia adalah sebesar 454 MW. PON XXI 2024 akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 8 hingga 20 September 2024. Di Sumut, acara ini melibatkan sekitar 6.281 orang, didukung oleh 3.140 ofisial, sementara di Aceh terdapat 5.636 atlet dan 2.752 ofisial. Acara olahraga multicabang ini direncanakan akan dibuka secara resmi di Aceh dan ditutup di Sumatera Utara. ANTARA