**Borneonews - Jakarta**, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk lebih agresif dalam melakukan sosialisasi mengenai faktor penyebab dan pemicu terjadinya kebakaran kepada masyarakat. Tindakan ini dinilai penting, terutama di wilayah yang dikenal memiliki kepadatan penduduk tinggi dan kerawanan kebakaran.
Israyani, salah satu anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, menekankan pentingnya pendidikan kepada masyarakat mengenai penyebab kebakaran. Ia mencatat bahwa banyak insiden kebakaran disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh warga. Beberapa bentuk kelalaian yang dimaksud, antara lain pemasangan regulator tabung gas yang tidak tepat, membakar sampah di area pemukiman, serta penggunaan steker listrik yang berlebihan yang dapat memicu arus pendek listrik atau *short circuit*. Selain itu, perilaku membuang puntung rokok sembarangan dan penyimpanan zat kimia yang mudah terbakar di tempat yang tidak aman juga menjadi penyebab kebakaran.
Israyani menegaskan, "Saya ingin mengingatkan kepada Dinas Gulkarmat agar memperluas jangkauan edukasi, tidak hanya terbatas pada sosialisasi pencegahan kebakaran, melainkan juga memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sumber-sumber pemicu kebakaran." Ia menambahkan bahwa fokus edukasi seharusnya ditujukan kepada lingkungan masyarakat yang rawan kebakaran, dengan melakukan pemetaan untuk menentukan strategi yang paling efisien.
Edukasi tentang penanganan dini terhadap kebakaran diharapkan dapat mengurangi risiko meluasnya kebakaran. Israyani mengusulkan agar edukasi dilakukan secara langsung dan didukung dengan alat peraga serta poster-poster yang dapat mengingatkan masyarakat secara berkesinambungan.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran dengan cara menghindari berbagai faktor pemicu. "Masyarakat perlu mulai menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di rumah masing-masing, dimulai dari hal-hal yang sederhana," imbuhnya.
Kejadian kebakaran di Jakarta sebelumnya mencatat seorang insiden pada 13 Agustus lalu yang melanda RW 06 dan RW 12 di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi dari Gulkarmat DKI Jakarta, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh arus pendek listrik yang menyambar kasur di salah satu rumah di area tersebut. Api kemudian merambat dengan cepat ke rumah-rumah sekitar, namun berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa kebakaran tersebut berdampak kepada 1.172 Kepala Keluarga dan 3.332 jiwa yang terdiri dari 21 RT di kedua RW yang terdampak. Dengan demikian, penanganan yang efektif dan edukasi yang terus-menerus akan sangat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kebakaran.
ANTARA
DKI Jakarta Perkuat Edukasi Pencegahan Kebakaran ke Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







