**Borneonews - Jakarta**, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa partainya tidak mempermasalahkan kemungkinan penggantian Yasonna Laoly dari posisinya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menurut Djarot, langkah itu sebaiknya dilakukan segera.
Ia menjelaskan bahwa posisi menteri merupakan jabatan politik dan menganggap bahwa lebih baik bagi Yasonna untuk diberhentikan demi kebaikannya. "Munculnya kesempatan ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk beliau. Sebaiknya, keputusan ini diambil secepatnya agar semua pihak bisa mempersiapkan diri lebih optimal," ungkap Djarot saat memberikan keterangan di DPP PDIP di Jakarta.
Djarot menambahkan bahwa Yasonna juga sudah terpilih sebagai bakal calon anggota DPR RI, sehingga rencananya ia akan mundur dari jabatannya pada bulan September mendatang. "Pak Yasonna memang direncanakan akan mengundurkan diri pada bulan September. Namun, dengan penggantian yang lebih cepat, itu akan lebih baik dan beliau sudah siap untuk itu," jelasnya.
Lebih lanjut, Djarot memuji kinerja Yasonna selama masa jabatannya. Ia mengatakan bahwa Yasonna telah melaksanakan tugasnya di pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan baik sejak tahun 2014. "Yang terpenting, beliau telah bekerja dengan maksimal dan sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi," kata Djarot menambahkan apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan oleh Yasonna.
Sebagai informasi tambahan, pada hari Senin, Presiden Joko Widodo secara resmi melantik tiga menteri baru dan satu wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara Jakarta ini dilakukan untuk meneruskan tugas kabinet dalam sisa masa jabatan periode 2019-2024.
Pelantikan tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2024 mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri. Tiga menteri yang dilantik meliputi Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang mengambil alih tugas dari Yasonna H Laoly; Rosan Perkasa Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, menggantikan Bahlil Lahadalia; serta Bahlil Lahadalia yang kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menggantikan Arifin Tasrif.
Selain itu, Presiden Jokowi juga melantik Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengisi posisi sebelumnya yang ditinggalkan oleh Nezar Patria. Penunjukan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52/M Tahun 2024 mengenai pengangkatan Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Kabinet Indonesia Maju.
ANTARA
PDIP Dukung Penggantian Yasonna Laoly sebagai Menkumham
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Komentar (0)
Memuat komentar…







