BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, mengingatkan kepada puluhan kepala sekolah yang baru saja dilantik untuk tidak menunda perbaikan apabila terdapat kerusakan pada bangunan sekolah. Dalam pernyataannya di KP3B Serang, beliau menekankan bahwa dengan adanya dana dari *Biaya Operasional Sekolah* (BOS) yang disediakan pemerintah, para kepala sekolah sebaiknya segera melakukan perbaikan fisik di fasilitas pendidikan tersebut. Al Muktabar menjelaskan, "Apabila ada kerusakan seperti atap bolong, genteng yang jatuh, atau lis plang yang terbang akibat angin, sebaiknya jangan menunggu proyek renovasi besar, karena dana rutin untuk pemeliharaan sudah tersedia." Sebagai manajer dalam lingkungan akademis, kepala sekolah diharapkan dapat responsif dan tanggap terhadap pemeliharaan gedung sekolah mereka. Mencermati kondisi beberapa sekolah di Banten yang dilaporkan mengalami kerusakan, seperti atap dan dinding yang rusak serta fasilitas pembelajaran yang tidak memadai, hal ini menjadi semakin penting. "Saya melihat para kepala sekolah adalah manajer yang bertanggung jawab atas kondisi sekolah. Mereka perlu menjaga dan merawat lingkungan pendidikan tersebut. Analoginya, meskipun saya tinggal di gedung yang sudah tua, kami selalu menjaga kebersihan dan kerapihan," tambahnya. Sebelumnya, Al Muktabar juga telah melantik 73 kepala sekolah dari tingkat SMA, SMK, dan SKH di seluruh provinsi Banten dengan tujuan melakukan transformasi pendidikan yang lebih baik di daerah tersebut. Ia mengingatkan para kepala sekolah agar dapat mengelola sekolah sesuai dengan kemampuan manajerial yang dimiliki, meskipun mereka tidak lagi bertugas mengajar di dalam kelas. Selain itu, mereka juga diminta untuk mentransfer nilai-nilai pendidikan kepada para siswa demi menjaga keindahan dan keasrian lingkungan sekolah masing-masing. ANTARA