JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyampaikan bahwa pembangunan ibu kota Nusantara (IKN) merupakan kesempatan yang baik untuk mendirikan koperasi perumahan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam pernyataannya yang disampaikan pada hari Senin, Wakil Ketua Komite Kadin untuk Meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Ikhwan Primanda, mengungkapkan bahwa ratusan ribu ASN yang akan pindah ke IKN dapat membentuk ribuan koperasi perumahan. Koperasi ini dapat berkontribusi dalam mengurangi beban anggaran negara, mengingat konsep *smart-vertical housing* yang diterapkan di IKN tergolong mahal. Sebanyak 47 menara hunian sedang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan biaya mencapai Rp 9,3 triliun di ibu kota baru tersebut. Primanda menambahkan bahwa keterlibatan koperasi dalam pembangunan perumahan di IKN dapat mempercepat proses pemindahan ASN ke lokasi baru. Kegiatan ekonomi koperasi di IKN dapat diawali dari pengembangan hunian dan kemudian berkembang ke berbagai layanan lain seperti perdagangan, kuliner, akomodasi, dan transportasi. Ia menjelaskan bahwa sama halnya dengan pengembang perumahan pada umumnya, modal awal untuk koperasi perumahan adalah tanah. Tanah ini dapat diserahkan oleh pemerintah sebagai kompensasi bagi ASN yang bersedia pindah dan memulai kehidupan baru di kota hutan tersebut. "Untuk memastikan koperasi dapat terus berkembang, setiap kali pemerintah mengeluarkan izin usaha kepada investor besar, harus juga memberikan konsesi atau izin yang serupa serta fasilitas keuangan kepada koperasi," imbuhnya. Model pengembangan koperasi, jika dilakukan bersamaan dengan perusahaan swasta, diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi IKN secara mandiri. ANTARA