BANDA ACEH –
**Borneonews - Aceh Jaya**, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menginformasikan bahwa sebanyak 670 warga di Kabupaten Aceh Jaya hingga saat ini masih berada di pos pengungsian akibat dampak banjir yang terjadi. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang menghantam daerah tersebut sejak kemarin. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menjelaskan bahwa meskipun air banjir telah mulai surut, banyak warga yang masih mengungsi sambil melakukan pembersihan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur akibat banjir. Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Jaya dimulai pada hari Ahad, 18 Agustus, sekitar pukul 16.15 WIB. Wilayah yang terdampak antara lain Gampong atau Desa Sapek, Desa Meudheun di Kecamatan Jaya, serta Desa Meudang Ghon di Kecamatan Indra Jaya. Fadmi menyebutkan bahwa kejadian banjir ini dipicu oleh kombinasi dari curah hujan yang tinggi dan angin kencang. Akibatnya, debit air dari sungai-sungai setempat meluap dan menggenangi pemukiman warga. Hal ini menyebabkan rumah-rumah penduduk terendam air. Lebih lanjut, BPBD Aceh Jaya mencatat bahwa total korban terdampak banjir mencapai 1.362 jiwa, yang terdiri dari 378 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 670 jiwa berada di 189 KK di Desa Sapek, 525 jiwa dalam 150 KK di Desa Meudheun, dan 167 jiwa dalam 39 KK di Desa Meudang Ghon. Hingga saat ini, BPBD Aceh Jaya masih terus memantau kondisi di lapangan serta menyampaikan informasi terkini mengenai curah hujan, tingkat muka air, dan potensi risiko genangan kepada warga masyarakat. Dalam penanganan situasi ini, tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk melakukan kaji cepat di titik-titik yang rawan banjir, serta tersedia *rubber boat* untuk evakuasi warga yang terjebak. Selain itu, dapur umum yang dikelola oleh dinas sosial juga telah beroperasi, meskipun hujan masih berlangsung dengan intensitas ringan. ANTARA