DENPASAR –
**Borneonews - Gianyar, Bali**, Desa Kedisan, yang terletak di Kabupaten Gianyar, mengundang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berbasis digital melalui program kuliah kerja nyata (KKN). Kepala Desa Kedisan, Dewa Ketut Raka, menjelaskan bahwa meningkatnya popularitas desa wisata di Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari keberadaan destinasi favorit wisatawan seperti Ubud, Tegallalang, dan Payangan. Namun, ia juga mencatat bahwa pengelolaan beberapa tempat wisata di Desa Kedisan masih perlu perbaikan. Oleh karena itu, Desa Kedisan berupaya mengajak mahasiswa UGM untuk turut serta dalam peningkatan sektor pariwisata tersebut. Dewa Ketut Raka menambahkan bahwa beberapa objek wisata di desa ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta oleh desa adat setempat. Meskipun demikian, pengelolaan BUMDes belum menunjukkan hasil yang optimal, hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia serta strategi pemasaran yang belum memadai di kalangan pengelola. Melalui kegiatan KKN di Desa Kedisan, mahasiswa UGM berhasil menciptakan website yang menunjukkan objek-objek wisata dan potensi yang dimiliki oleh desa ini. Website tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan kunjungan wisatawan. Selain membangun platform digital, para mahasiswa juga melaksanakan berbagai program kolaboratif dengan kelompok tani, karang taruna, dan siswa sekolah. Situs online yang mereka buat tidak hanya berisi informasi tentang profil desa dan destinasi wisata, tetapi juga berfungsi sebagai perpustakaan digital yang dapat diakses oleh siapa saja. Sebagai tambahan, di beberapa lokasi wisata, mahasiswa juga menyediakan sistem barcode yang dapat diakses pengunjung melalui perangkat ponsel mereka. Salah satu tujuan wisata yang paling diminati di Desa Kedisan adalah Air Terjun Ulu Petanu, yang mencatatkan sekitar 6.000 pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara setiap bulannya. Pande Made Kutanegara, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM 2024 untuk Desa Kedisan, menegaskan bahwa UGM selalu siap untuk memberikan pengabdian di semua desa yang ada di Kabupaten Gianyar. Selama lebih dari satu dekade, universitas ini telah aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. Desa Kedisan dipilih sebagai lokasi KKN bersama dengan Desa Kenderan pada tahun 2024 berdasarkan permohonan dari pihak desa, sehingga UGM mengalokasikan 15 mahasiswa di masing-masing desa tersebut. Para mahasiswa berasal dari 18 fakultas yang berbeda di UGM, dibagi ke dalam empat klaster, yaitu kesehatan, teknik dan sains, pertanian dan peternakan, serta sosial humaniora. Selama periode kurang lebih satu setengah bulan, mahasiswa diwajibkan untuk tinggal di desa dan bekerja sesuai dengan kebutuhan yang ada, dengan harapan mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat setempat. Secara keseluruhan, ada 30 mahasiswa KKN yang ditempatkan di Kecamatan Tegallalang, terbagi antara dua desa: Kenderan dan Kedisan, masing-masing 15 orang. Pande Made Kutanegara berharap agar tahun depan desa-desa di Gianyar akan siap menerima mahasiswa KKN, sehingga pengabdian yang diberikan kepada desa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. ANTARA