BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Mentok**, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah mengambil langkah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Salah satu inisiatif yang diusung adalah mengupgrade status dua unit pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menjadi rumah sakit tipe-D. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan memuaskan bagi masyarakat. Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan pelayanan kesehatan yang excellence. Kedua puskesmas yang akan ditingkatkan statusnya adalah Puskesmas Kelapa dan Puskesmas Jebus. Perubahan status ini dianggap sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan fasilitas rawat inap di wilayah tersebut, serta untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi pasien. Dalam rangka perubahan status ini, pemerintah setempat berencana untuk melengkapi puskesmas dengan berbagai fasilitas dan sarana pendukung yang memenuhi standar rumah sakit. Hari ini, sejumlah kepala dinas terkait telah melakukan pengecekan di Puskesmas Jebus untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan baik. Menurut Bong Ming Ming, penting untuk mewujudkan peningkatan status ini sesegera mungkin, agar dilengkapi dengan pembangunan sarana penunjang yang sesuai kebutuhan rumah sakit. Keberadaan rumah sakit di kedua lokasi ini sangat vital, mengingat saat ini hanya ada satu rumah sakit umum milik pemerintah daerah yang terletak di Kecamatan Mentok. Secara geografis, Kecamatan Mentok berada di ujung barat Kabupaten Bangka Barat, sehingga warga dari empat kecamatan lain—Parittiga, Jebus, Kelapa, dan Tempilang—harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis. Perjalanan bisa memakan waktu antara satu hingga dua jam. Dengan adanya rumah sakit di Kecamatan Jebus, diharapkan akan menjadi rujukan bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Jebus dan Parittiga. Sementara itu, rumah sakit di Kelapa diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga Kelapa dan juga dari Tempilang. Wakil Bupati menargetkan agar perubahan status dari puskesmas menjadi rumah sakit tipe-D ini dapat dimulai pada tahun 2025. Selain itu, rencana untuk membangun dua puskesmas baru di kecamatan tersebut juga sedang disiapkan. Pembangunan ini diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya untuk meningkatkan status dua puskesmas yang telah ada. Bong Ming Ming menegaskan, selama proses peralihan status dan pembangunan berlangsung, pelayanan kesehatan tetap akan dilaksanakan di puskesmas yang lama agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. ANTARA