MANADO –
**Borneonews - Manado**, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulawesi Utara mengimbau agar seluruh jajaran di bawahnya aktif berkontribusi dalam usaha menurunkan angka prevalensi *stunting* di daerah tersebut. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa meskipun TP-PKK memiliki sepuluh program pokok, tidak semua program tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar fokus dialihkan kepada program-program yang dianggap penting dan prioritas, disesuaikan dengan tantangan yang ada di masing-masing wilayah. Hal ini diungkapkan oleh Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan saat melantik Suzanna Mokoginta-Mooduto sebagai Penjabat Ketua TP-PKK Kotamobagu. Rita menambahkan bahwa selain *stunting*, terdapat program-program unggulan lainnya yang perlu diperhatikan, seperti pola asuh anak remaja, usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak usia dini, serta pengelolaan tanah pekarangan. Ia juga menyampaikan bahwa PKK adalah organisasi yang telah ada sejak lama di Indonesia, bahkan mungkin satu-satunya dengan kemampuan untuk menjangkau dari pusat hingga ke tingkat rumah tangga. Keberadaan organisasi ini menawarkan potensi yang sangat besar, yang sepenuhnya bergantung pada niat untuk mengaktifkan dan memanfaatkan PKK secara maksimal. Menurutnya, pelaksanaan program-program PKK dapat berfungsi sebagai dukungan bagi pemerintah dalam pembangunan, dan jika dimanfaatkan dengan baik, akan membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat. Rita juga menyoroti pentingnya kerjasama tim dalam menyukseskan program-program PKK, dengan memperhatikan bahwa latar belakang dan kemampuan setiap individu pasti berbeda. Untuk merealisasikan program-program tersebut, anggaran yang memadai sangat diperlukan. Ia mengajak agar sumber pendanaan dapat dijajaki dari berbagai sumber, seperti dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hibah pemerintah, serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai institusi terkait. Ia berharap agar program-program PKK dapat berjalan secara berkesinambungan dan mendukung inisiatif pemerintah di setiap wilayah. Diharapkan juga agar pengurus turun langsung ke tingkat kecamatan dan desa untuk mendengarkan serta melihat langsung prioritas program yang dibutuhkan masyarakat, sehingga program-program yang diluncurkan dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurut data terbaru dari Kementerian PPN/Bappenas, target prevalensi *stunting* di Provinsi Sulawesi Utara adalah 19 persen pada tahun 2024 dan 5,9 persen pada tahun 2045. Saat ini, angka prevalensi *stunting* di provinsi yang memiliki lebih dari 2,6 juta jiwa ini mencapai 21,3 persen, yang mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar 20,5 persen. ANTARA