JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemilik klub Belgia FCV Dender, Sihar Sitorus, menegaskan bahwa ia tidak akan terlibat dalam keputusan terkait menit bermain pemain tim nasional Indonesia, Ragnar Oratmangoen, di klub yang ia miliki. Ragnar secara resmi bergabung dengan Dender pada Rabu, 14 Agustus, setelah dilepas oleh klub sebelumnya, Groningen. Walaupun Ragnar adalah pemain asal Indonesia, Sihar menekankan bahwa keputusan mengenai pemilihan pemain yang akan diturunkan di lapangan sepenuhnya menjadi hak pelatih Vincent Euvard beserta stafnya. “Ini adalah saat yang dinantikan bagi Ragnar. Kami ingin melihat bagaimana ia mengimplementasikan pola pikir dan sikap profesionalismenya. Saya percaya dengan latar belakangnya yang telah bermain di Belanda, Ragnar memiliki pengalaman yang cukup untuk memenuhi harapan sebagai seorang profesional,” ungkap Sihar ketika dijumpai di Jakarta. Lebih lanjut, Sihar menambahkan, “Pelatih pasti akan memanfaatkan keahlian Ragnar, dan kita perlu menghargai kapabilitasnya. Dari dikabarkan, Ragnar memiliki kemampuan untuk bermain di beberapa posisi. Kemampuan ini mungkin menjadi pertimbangan pelatih dalam menyusun taktiknya.” Ketika ditanya mengenai kemungkinan FCV Dender merekrut pemain Indonesia lainnya, Sihar menyatakan bahwa peluang tersebut selalu ada. Namun, hal tersebut juga tergantung pada keberanian dan tekad para pemain Indonesia untuk menjajal karier luar negeri. “Kami tidak menutup kemungkinan untuk merekrut pemain dari Indonesia. Liga Belgia sangat kompetitif, dan pemain-pemain di sini memiliki kualitas yang baik. Kembali lagi pada diri pemain kita, seberapa berani mereka untuk menyeberangi lautan mencari tantangan di luar negeri,” ungkap anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan ini. Saat ini, FCV Dender berkompetisi di liga tertinggi Belgia setelah berhasil promosi dari divisi kedua pada musim lalu. Klub ini telah melakoni empat pertandingan, dengan hasil dua kemenangan dan dua hasil imbang, sehingga menempatkan mereka di posisi ketiga pada klasemen sementara Liga Belgia 2024/2025. ANTARA