SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, telah mengambil langkah penting dengan memasukkan pendidikan tentang kunjungan museum serta tempat bersejarah ke dalam kurikulum untuk pelajar tingkat SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendorong para siswa mengunjungi Museum Surabaya, Balai Kota, dan berbagai situs bersejarah lainnya yang ada di Kota Pahlawan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sejarah, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Melalui pernyataannya, Eri Cahyadi berharap agar anak-anak dapat memahami dan mengingat sejarah dengan baik. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memiliki tanggung jawab untuk mengorganisir kunjungan tersebut, dengan melibatkan siswa dari sekolah-sekolah di Surabaya secara bergantian. Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa telah dilakukan koordinasi yang erat dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya. Ini termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata, bersama dengan beberapa lembaga pendidikan seperti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program ini. Yusuf juga menjelaskan bahwa jadwal kunjungan telah disusun dengan fleksibilitas. Meskipun instruksi awal mengarahkan kegiatan berlangsung setiap hari Sabtu, ternyata pihaknya sepakat untuk menambahkan hari Selasa sebagai waktu kunjungan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pelajar yang harus diakomodasi. Dengan sistem acak ini, siswa dari berbagai kawasan di Surabaya akan diberikan kesempatan yang sama untuk mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah. Balai Kota Surabaya, yang juga diusulkan sebagai salah satu destinasi, akan memberikan pengetahuan lebih kepada para pelajar mengenai pusat pemerintahan di kota tersebut. "Melalui seleksi acak, anak-anak dari berbagai sudut kota, baik utara, barat, timur, maupun selatan, dapat mendapatkan pengalaman langsung di museum dan Balai Kota Surabaya. Ini akan membantu mereka memahami lebih dalam mengenai pusat pemerintahan di sana," tutup Yusuf. ANTARA