JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Aviasi Pariwisata Indonesia yang dikenal dengan nama InJourney telah menjalin kerjasama dengan Thai Airways. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan beragama Buddha, ke Candi Borobudur. Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, serta Direktur Sales Thai Airways, Wit Kitchachon, pada sebuah acara di Jakarta. Penandatanganan tersebut memiliki target utama untuk meningkatkan konektivitas udara, khususnya antara Yogyakarta dan Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata unggulan. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Maya menyatakan bahwa Thailand, dengan populasi umat Buddha terbesar di Asia Tenggara sebanyak sekitar 64 juta jiwa, memiliki potensi besar dalam mendatangkan wisatawan spiritual ke Borobudur. Dia menambahkan, "Dengan jumlah pengunjung Borobudur yang mencapai 1,4 juta per tahun, di mana sekitar 10 persennya adalah wisatawan asing, kami optimis bahwa pembukaan konektivitas ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing 3-5 kali lipat." Untuk mencapai target tersebut, pihak InJourney dan Thai Airways telah menyiapkan serangkaian strategi. Pada tahap awal, fokus mereka adalah pada promosi dan pemasaran paket wisata yang menarik bagi para pengunjung. Langkah ini mencakup penawaran harga tiket pesawat yang kompetitif serta integrasi layanan akomodasi dan tur. Sebagai langkah awal, InJourney akan memanfaatkan rute penerbangan reguler yang telah ada, seperti Bangkok-Cengkareng dan Bangkok-Denpasar, untuk mendukung pengembangan pasar. "Kami akan memulai dengan menargetkan wisatawan Buddha dari Thailand terlebih dahulu, karena potensi mereka sangat besar. Namun, Thailand juga akan berfungsi sebagai hub untuk menarik wisatawan dari negara-negara Asia lainnya," jelas Maya. Pada tahap selanjutnya, kedua belah pihak berencana untuk membuka rute penerbangan langsung dari Bangkok ke Yogyakarta International Airport (YIA). Namun, pembukaan rute ini masih terganjal oleh keterbatasan pasokan pesawat secara global, yang membuat rencana tersebut baru dapat direalisasikan pada kuartal pertama tahun depan. Maya juga menekankan tingginya antusiasme dari industri pariwisata terhadap kerja sama ini. Hasil kajian internal menunjukkan bahwa 80 persen dari 200 agen perjalanan yang disurvei telah menyatakan komitmen mereka untuk menawarkan paket wisata ke Candi Borobudur. Selanjutnya, Wit Kitchachon, Direktur Sales Thai Airways, mengungkapkan bahwa Thailand dan Indonesia memiliki keterkaitan budaya, spiritual, dan tradisi Buddhis yang kuat. Dia menjelaskan bahwa bagi Thailand, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, Borobudur memiliki makna yang mendalam. Thai Airways juga berkomitmen untuk menghubungkan masyarakat Thailand dengan Indonesia, serta wisatawan dari Eropa dan Asia lainnya ke Yogyakarta. Saat ini, Thai Airways mengoperasikan dua penerbangan harian dari Bangkok ke Jakarta dan satu penerbangan harian dari Bangkok ke Denpasar. Kitchachon menambahkan bahwa mulai 27 Oktober 2024, Thai Airways akan meningkatkan frekuensi penerbangannya ke Denpasar menjadi dua kali sehari. ANTARA