BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Banten, Ahmad Sururi, menyampaikan pandangannya mengenai potensi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banten 2024. Menurutnya, ada kemungkinan pemilihan tersebut hanya diikuti oleh satu calon yang berkompetisi melawan kotak kosong. Pernyataan ini muncul seiring dengan terbentuknya Koalisi Banten Maju (KBM), yang terdiri dari sepuluh partai politik, antara lain Partai Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PKB, PAN, PPP, PSI, Garuda, dan Prima. Ahmad Sururi menyebutkan bahwa dampak dari koalisi ini berpotensi menciptakan situasi di mana Pilkada Banten hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon (paslon). Dia juga menyoroti bahwa adanya kemungkinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bergabung dengan KBM telah menjadi semakin kuat. Hal ini berkaitan dengan mundurnya Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Golkar. Dengan kondisi tersebut, peluang Golkar untuk mencalonkan nama seperti Airin Rachmi Diany di Pilkada Banten 2024 semakin menipis. "Golkar kini dipaksa untuk bergabung dengan KBM dan akan otomatis meninggalkan koalisi dengan PDIP di Pilgub Banten," ujar Sururi. Kondisi ini, menurut Sururi, akan menyisakan PDIP sebagai satu-satunya partai yang tersisa, namun hal itu belum cukup untuk mengajukan calon gubernur di Pilkada Banten. Sururi menegaskan bahwa "Jika hanya ada PDIP, suara yang diperoleh tidak akan mencukupi untuk mengajukan calon gubernur. Oleh karena itu, kemungkinan adanya kotak kosong dalam Pilkada Banten menjadi sangat nyata." Fenomena kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah dianggap Sururi sebagai sebuah kemunduran dalam pelaksanaan demokrasi. Ia khawatir bahwa situasi ini dapat merusak harapan masyarakat yang menginginkan adanya perlawanan politik yang sehat, setidaknya dengan adanya dua pasangan calon. "Jika yang terjadi adalah pemilihan melawan kotak kosong, hal itu akan membuat calon yang maju tidak dianggap memiliki martabat. Jangan sampai calon tersebut dipahami sebagai individu yang tidak bermanfaat karena tidak menghadapi lawan dari kalangan sebayanya," imbuhnya. Sururi juga menegaskan bahwa situasi ini merupakan catatan penting dalam perkembangan demokrasi di Banten. Ia menekankan pentingnya peran partai politik dalam melakukan pengkaderan dan pendidikan politik kepada masyarakat. "Jika hasil akhirnya adalah kotak kosong, maka kredibilitas fungsi tersebut akan sangat diragukan," tuturnya. ANTARA