BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Mentok**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak masyarakat yang telah memiliki hak suara untuk memilih pasangan calon pemimpin daerah dengan bijak dan rasional. Hal ini diungkapkan oleh anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Budi Santoso, dalam sebuah acara yang berlangsung di Mentok. Budi Santoso menekankan pentingnya memilih calon pemimpin terbaik agar pembangunan dapat berjalan sejalan dengan harapan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa jika pilihan kita tidak terpilih sebagai suara terbanyak, sebaiknya tidak perlu merasa kecewa atau marah. Proses penghitungan suara yang berlangsung harus dihormati dan didukung oleh semua pihak. Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pemilu agar sesuai dengan ketentuan yang ada. Tahapan yang dimaksud mencakup mulai dari proses pendataan pemilih, pencalonan, pelaksanaan pemungutan suara, hingga penetapan hasil perolehan suara. Saat ini, dengan mendekatnya waktu pendaftaran pasangan calon peserta Pilkada 2024, Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS). Budi mengajak masyarakat untuk memastikan nama mereka terdaftar dalam DPS sebagai langkah awal partisipasi aktif dalam pengawasan Pilkada mendatang. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam memastikan setiap tahapan pemilu, terutama untuk menjaga agar pelaksanaan berjalan dengan prinsip demokratis dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kesempatan sosialisasi pengawasan pemilu tersebut, puluhan peserta yang terdiri dari berbagai tokoh agama, organisasi masyarakat, komunitas kesenian, ekonomi kreatif, organisasi pemuda, dan para jurnalis turut serta. Pada kegiatan ini, hadir juga narasumber dari kalangan penggiat pemilu yaitu Friman Pardede, yang merupakan anggota Bawaslu Babel periode 2017-2022, dan Yulizar, anggota KPU Kabupaten Bangka Barat periode 2018-2023. Yulizar memberikan peringatan akan betapa pentingnya setiap suara dalam menentukan calon pemimpin daerah untuk lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa setiap pemilih memiliki hak suara yang sama, sehingga diperlukan kebijaksanaan dalam membuat pilihan di dalam bilik suara. Yulizar juga mengajak peserta sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi yang telah disampaikan kepada anggota kelompok dan masyarakat sekitar, agar semuanya bisa berkontribusi dalam mengawasi Pilkada 2024. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk sosialisasi tahapan pemungutan suara, upaya mencegah masyarakat tidak memilih, serta pendidikan politik mengenai tata cara memilih yang benar. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan masukan agar pemilih dapat memilih kontestan yang terbaik, serta terlibat sebagai penyelenggara atau pengawas dalam proses pemungutan suara. Untuk meningkatkan pengawasan partisipatif, upaya yang perlu dilakukan termasuk mencegah praktik politik transaksional, politisasi isu SARA, dan memastikan semua pihak menjalankan tugas serta fungsinya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Budi Santoso berharap dengan pemahaman yang baik mengenai proses pemilu, masyarakat tidak lagi apatis terhadap pelaksanaan pemilu. Dengan demikian, proses pergantian kepemimpinan yang terjadi setiap lima tahun sekali dapat berlangsung secara demokratis, sesuai dengan aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pihak. ANTARA