**Borneonews - Rejang Lebong**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan anggota DPR RI mengadakan suatu acara yang dikenal dengan *bisa fest*, yang bertujuan untuk mempromosikan tari tradisional dari Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Rejang Lebong.
Dewi Coryati, salah seorang anggota Komisi X DPR RI, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kerja sama yang erat antara DPR RI dan Kemenparekraf, khususnya dari Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan, serta Direktorat Event Daerah. Menurutnya, acara ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pada pengembangan seni tradisional agar tetap relevan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dewi menjelaskan bahwa seni tari kreasi berfungsi sebagai penghubung antara tradisi kekayaan budaya dan modernitas. Melalui tari kreasi, kita dapat melihat bahwa budaya tradisional memiliki potensi untuk terus hidup dan berkembang, sembari memberikan kontribusi yang berarti bagi kebudayaan nasional.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pelestarian budaya yang dinamis, di mana generasi muda dapat mengekspresikan identitas mereka tanpa kehilangan akar budaya yang telah ada. Saat menyaksikan penampilan dari berbagai sanggar tari di daerah tersebut, Dewi mengungkapkan bahwa tarian yang ditampilkan merupakan ekspresi dari tari kreasi yang berasal dari akar budaya Bengkulu. Tarian tersebut tidak hanya membawa nilai-nilai tradisional, tetapi juga menunjukkan inovasi yang mencerminkan semangat zaman serta kreativitas tanpa batas.
Ini adalah perwujudan kecintaan para seniman kita terhadap warisan budaya, yang mereka kemas dengan sentuhan modern, namun tetap mempertahankan esensi dari identitas budaya kita, ungkap Dewi.
Di sisi lain, Edi Setyana, seorang Analis Kebijakan Ahli Madya dari Direktorat Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf RI, menekankan bahwa kegiatan ini sangatlah positif untuk menjaga keberlanjutan seni tari tradisional di Provinsi Bengkulu dari ancaman kepunahan. Ia menegaskan pentingnya agar generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya lokal, termasuk makanan khas daerah, daripada hanya terpengaruh oleh budaya luar.
Edi juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif anggota DPR RI dari Provinsi Bengkulu yang telah menginisiasi kegiatan bekerja sama dengan Kemenparekraf di wilayah tersebut. Kegiatan *bisa fest* ini juga diisi dengan materi seni tari oleh Nyoman Suko Utomo, disertai penampilan dari enam kelompok sanggar tari yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, di antaranya Sanggar Semulen Perjako, Sanggar Bumei Keme, Sanggar Gadis, Sanggar Genre Rejang Lebong, UKM Seni IAIN Curup, dan Sanggar Lutisya.
ANTARA
Kemenparekraf dan DPR-RI Promosikan Tari Tradisional Bengkulu
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







