BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar secara aktif mengajak Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk berperan dalam memberantas praktik rentenir yang sering menimpa pedagang kecil, terutama di pasar tradisional Lambaro. Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, dalam pidatonya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, pada acara pelantikan pengurus MES Aceh Besar untuk periode 2024-2029. Iswanto menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam upaya melawan praktik rentenir yang dapat merugikan pedagang kecil. Ia menyatakan, “Kami perlu bersatu untuk melawan praktik-praktik yang merugikan masyarakat, seperti rentenir di Pasar Lambaro dan judi online yang semakin meresahkan.” Pernyataan ini mencerminkan komitmen Pemkab Aceh Besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi para pelaku usaha kecil. Lebih lanjut, Iswanto menegaskan pentingnya membangun akses pembiayaan yang lebih baik bagi pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Dengan adanya dukungan dari MES, diharapkan pedagang kecil dapat terhindar dari jeratan rentenir yang seringkali memperburuk kondisi keuangan mereka. Ketua Umum MES Provinsi Aceh, Aminullah Usman, juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mensosialisasikan *ekonomi syariah* kepada masyarakat Aceh. “Tugas kami di MES adalah membantu pemerintah dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat beralih dari sistem ekonomi konvensional ke sistem ekonomi syariah. Ini bukan sekadar perubahan sistem, melainkan juga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Aceh”, ungkap Aminullah. Komitmen bersama antara pemerintah dan lembaga keuangan syariah diharapkan dapat menghasilkan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil. Melalui kerja sama ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya memilih jalur pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga adil dan berkelanjutan. ANTARA