SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Pemerintah Kota Surakarta sedang mengambil langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Langkah ini diambil mengingat kondisi kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di lokasi tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, menjelaskan bahwa petugas di TPA melakukan patroli secara teratur untuk mendeteksi keberadaan titik api. Kegiatan ini sangat penting, terutama mengingat cuaca panas yang melanda selama musim kemarau tahun ini. “Gejala yang muncul tahun lalu membuat kami harus lebih waspada, mengingat kebakaran yang terjadi di TPA Putri Cempo serta beberapa TPA lainnya di seluruh Indonesia,” ungkapnya. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Surakarta telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah di area sekitar. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran yang tidak terkendali. DLH juga telah mempersiapkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi situasi darurat. "Jika teman-teman mendeteksi suhu tinggi di titik tertentu, kami akan segera melakukan pendinginan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Kristiana. Patroli yang rutin dilakukan adalah bagian dari strategi pencegah kebakaran. Sebagai tambahan, Dinas Lingkungan Hidup telah menyiapkan beberapa unit hydrant di berbagai lokasi di TPA Putri Cempo. Pengadaan fasilitas ini didanai melalui hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp15 miliar, dimana Rp250 juta diantaranya digunakan khusus untuk pengadaan hydrant. Dengan semua langkah antisipasi yang dilakukan, Kristiana berharap dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya kebakaran di TPA Putri Cempo, terutama mengingat insiden yang terjadi pada tahun lalu. Upaya ini bukan hanya untuk keselamatan lingkungan, tetapi juga demi kesehatan masyarakat sekitar. ANTARA