PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) saat ini tengah melakukan kajian mengenai akses keuangan bagi para petani kopi di daerah tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memastikan distribusi keuangan yang lebih adil di seluruh wilayah. Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan salah satu cara untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal. Selain itu, mereka berupaya memberikan pembiayaan yang lebih baik bagi petani kopi di Sumsel Babel. Menurutnya, pihaknya sedang mempertimbangkan skema pembiayaan maupun asuransi yang dapat membantu mitigasi risiko bagi para petani. Lebih lanjut, OJK juga sedang meninjau kemungkinan pelaksanaan *business matching* untuk menyediakan pembiayaan kepada para petani kopi. Di antara opsi yang tersedia adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani, termasuk pembelian pupuk. Selain itu, program ini juga meliputi pendampingan kepada petani kopi serta pelatihan untuk membantu mereka meningkatkan hasil produksi dan mengembangkan usaha kopi mereka. Arifin menambahkan bahwa Sumsel merupakan salah satu provinsi dengan produksi kopi terbesar di Indonesia, dengan OKU Selatan sebagai salah satu daerah penghasil utama. Potensi ekonomi yang dimiliki oleh komoditas kopi ini perlu dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi lokal dan promosi pariwisata daerah. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menggelar berbagai event olahraga, seperti Sriwijaya Ranau Grand Fondo. Dengan adanya acara semacam ini, diharapkan aktivitas ekonomi di masyarakat meningkat, termasuk sektor akomodasi dan penjualan produk-produk UMKM khas daerah. Hasil bumi unggulan dari Muara Dua, seperti Kopi Ranau, juga akan mendapatkan perhatian lebih. Elen menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki *multiplier effect* yang signifikan. Aktivitas wisata tidak hanya berfungsi untuk mempromosikan pariwisata tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Selaras dengan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten, serta lembaga jasa keuangan, telah sepakat untuk terus mencari dan mengembangkan produk unggulan lokal. Elen menambahkan, ke depan diharapkan paket oleh-oleh dari Sumsel tidak hanya akan diisi dengan pempek, tetapi juga akan menyertakan produk kopi Ranau sebagai salah satu promosi unggulan daerah. ANTARA