**Borneonews - Tangerang**, Polisi di Polres Metro Tangerang Kota tengah menyelidiki laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan seorang istri berinisial VV, berusia 32 tahun, yang diduga ditusuk oleh suaminya, MA, di area Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Tangerang Kota, Kompol David Y Kanitero, mengatakan bahwa laporan resmi dari korban telah diterima pada tanggal 18 Agustus, dan pihak kepolisian langsung menggelar proses penyelidikan terhadap kasus ini. "Kami telah memeriksa korban hari ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," jelas David saat dihubungi di Jakarta. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada hari Minggu, 18 Agustus, antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Perkatekan berawal saat pelaku pulang ke rumah dan meminta istrinya untuk menutup lapak jualan yang ada di platform *sosial media*. Akan tetapi, karena korban masih memiliki pesanan yang belum diselesaikan atau *pre order*, menjadikan permintaan pelaku tidak terpenuhi. Situasi ini memicu kemarahan pelaku, yang kemudian mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan. David mengungkapkan bahwa pelaku memukul wajah korban dengan beberapa kali, menendang perutnya, serta menggoreskan pisau ke tangan korban. "Saat itu, pelaku juga menyuruh korban untuk pergi, tetapi justru VV ditendang dan dipukul," tambahnya. Akibat dari insiden tersebut, VV mengalami sejumlah luka fisik, termasuk bengkak pada pelipis mata sebelah kiri, luka di area mata kiri, serta goresan di kedua tangan. Selain itu, terdapat luka tusukan yang diduga akibat gunting pada bagian kakinya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini dan telah memeriksa beberapa saksi yang mungkin berkaitan dengan kejadian tersebut. Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan tindakan kekerasan suami terhadap istri tersebut viral di media sosial, diunggah oleh akun @shiftmedia.id, yang memaparkan luka-luka yang dialami oleh korban, termasuk luka sundutan rokok, tusukan gunting, dan goresan pisau. ANTARA