**Borneonews - Sarawak**, Sebanyak 471 pelajar dan 102 guru dari Community Learning Center (CLC) yang berlokasi di Wilayah Sarawak, Malaysia Timur, turut berpartisipasi dalam kegiatan Jambore Anak Indonesia se-Malaysia Zona Sarawak (JAIM Zora) yang berlangsung keempat kalinya. Acara ini diselenggarakan di sebuah ladang sawit pada 13 hingga 16 Agustus 2024. Ketua Panitia JAIM Zora ke-4, Yanda Marda, menyampaikan dalam sebuah keterangan tertulis bahwa acara tersebut diadakan untuk memperingati Hari Pramuka yang ke-63, serta merayakan hari jadi ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta yang terlibat dalam jambore ini adalah anak-anak yang merupakan keturunan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di lebih dari 40 CLC yang ada di Sarawak. CLC merupakan lembaga pendidikan yang menyediakan lingkungan belajar bagi anak-anak PMI di wilayah ladang sawit Sarawak, yang telah mendapatkan izin dari Pemerintah Negeri Sarawak sejak Desember 2015. Tempat belajar ini tersebar di berbagai lokasi, seperti Simunjan, Samarahan, Sri Aman, serta daerah lainnya hingga Lawas. Yanda Marda menjelaskan bahwa JAIM Zora adalah program unggulan bagi pelajar CLC di Sarawak. Kegiatan ini diselenggarakan dalam format perkemahan besar yang mencakup berbagai aktivitas kepramukaan. Dia menekankan pentingnya Gerakan Pramuka dalam pembentukan karakter anak dan generasi muda Indonesia, serta dalam upaya menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara. JAIM Zora dilaksanakan secara teratur oleh para guru Indonesia di Sarawak (GIS) dengan dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Jambore pertama diadakan pada tahun 2017 di Ladang Wilmar Segarmas, diikuti oleh JAIM ke-2 di Ladang Special Sime Darby pada tahun 2018, dan JAIM ke-3 di Ladang Wilmar Saremas pada tahun 2019. JAIM Zora ke-4 yang mengusung tema “Melangkah Bersama, Belajar, Bergembira dan Berkarya dalam Semangat Kebhinekaan” dibuka secara resmi pada Rabu, 14 Agustus 2024, oleh Konsul Jenderal RI Kuching, Raden Sigit Witjaksono. Dalam pembukaan tersebut, turut hadir berbagai undangan, termasuk Ketua Dharma Wanita Persatuan KJRI Kuching, Bunda Lucy Octavia, serta beberapa pemangku kepentingan terkait. Sigit Witjaksono menekankan pentingnya kegiatan JAIM ke-4 yang bertujuan untuk mempererat silaturahim di antara para pelajar dan guru CLC di Sarawak. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa acara ini berkontribusi dalam menanamkan rasa cinta terhadap alam dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak. Jadwal kegiatan selama JAIM ke-4 cukup padat. Hari pertama diisi dengan parade kembang api dan pasar malam, sedangkan pada hari kedua diadakan pembukaan dengan berbagai atraksi dari peserta CLC, seperti Polisi Cilik dan pertunjukan seni dari berbagai kelompok. Selain itu, terdapat juga kegiatan yang mencakup sains, Palang Merah Remaja, seni, hingga keperamukaan. Selanjutnya, di sore hari, diselenggarakan pesta rakyat yang meliputi tarik tambang dan berbagai permainan keceriaan lainnya. Malam hari diakhiri dengan acara api unggun yang dimeriahkan oleh penampilan dari tujuh CLC, termasuk pertunjukan musik dan tari yang menarik perhatian. Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan eksplorasi alam di sekitar ladang Saremas, di mana peserta dilibatkan dalam beberapa permainan seperti *semaphore*, dan tantangan fisik lainnya. Di penghujung hari, semua peserta diberikan motivasi dan refleksi oleh tim dari Yayasan Matahati Care Centre Indonesia. Dengan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar, Guru, dan masyarakat setempat, JAIM Zora ke-4 diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga dan memperkuat ikatan antar peserta serta meningkatkan semangat kebersamaan dan kreativitas di kalangan generasi muda. ANTARA