JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan harapan besar kepada Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru dilantik, Rosan Roeslani. Mereka berharap bahwa kehadirannya dapat menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik di tanah air. Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menegaskan bahwa penunjukan Rosan diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada pelayanan dalam dunia usaha. Ia menilai bahwa iklim investasi yang positif sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Shinta menekankan perlunya perbaikan dalam aspek perizinan usaha agar prosesnya lebih sederhana dan transparan. Hal ini akan berkontribusi terhadap pengembangan investasi yang lebih lancar dan minim hambatan. Ia juga mengantisipasi adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi berbagai kendala yang mungkin timbul dalam realisasi investasi. Dalam konteks insentif, pihak Apindo berharap adanya sosialisasi yang lebih intensif mengenai insentif yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu, pemerataan dan konsistensi dalam pemberian insentif kepada pelaku usaha yang memenuhi kriteria juga menjadi perhatian utama. Harapannya, langkah ini dapat memastikan bahwa aliran investasi di sektor-sektor strategis dapat berjalan secara optimal. Shinta percaya bahwa Rosan Roeslani memiliki kemampuan untuk menjembatani hubungan antara pelaku usaha dan Kementerian Investasi/BKPM. Ia optimis bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat bagi semua pihak dan menciptakan relasi yang produktif. Rosan Roeslani resmi dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada tanggal 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan pelantikan sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya. Rosan, yang lahir di Jakarta pada tahun 1968, menggantikan posisi Bahlil Lahadalia, yang kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. ANTARA