MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, melaporkan bahwa persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di daerahnya telah mencapai level 92 persen. Dalam pertemuannya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Agus menyatakan harapannya agar ada batas waktu untuk pengujian agar semua persiapan dapat berjalan lancar pada hari pelaksanaan. Saat menjalani rapat di Jakarta, Agus menjelaskan bahwa progres persiapan yang sudah dibukukan mencakup berbagai aspek, seperti arena, administrasi, dan berbagai elemen pendukung lainnya yang vital untuk kelancaran ajang olahraga bergengsi tersebut. Dengan capaian saat ini, ia optimistis bahwa seluruh persiapan PON 2024 di Sumatera Utara akan rampung sesuai dengan jadwal, bahkan diupayakan untuk diselesaikan lebih awal. Agus juga mengungkapkan bahwa Pengurus Besar (PB) PON di Sumut berkomitmen untuk mempercepat semua persiapan yang diperlukan untuk menyukseskan acara tersebut. Pada kesempatan yang sama, ia menginformasikan bahwa ada empat arena yang kini telah berada dalam tahap akhir pengerjaan dan dijadwalkan untuk selesai tepat waktu. Ia memastikan bahwa stadion utama siap digunakan untuk upacara penutupan PON dan saat ini tengah dalam proses penyelesaian akhir. Selain itu, arena untuk *BMX* dan *gate ball* juga dalam tahap finishing. Di sisi lain, persiapan untuk motocross akan dilakukan uji coba terlebih dahulu agar dapat dilakukan penyesuaian yang diperlukan. Menanggapi laporan ini, Menpora Dito Ariotedjo mengharapkan agar kedua panitia penyelenggara PON 2024, termasuk di Sumatera Utara, segera mengkomunikasikan segala kendala yang dihadapi. Hal ini penting agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat, terutama mengingat acara olahraga nasional tersebut akan berlangsung kurang dari sebulan lagi, dari tanggal 8 hingga 20 September. Dito memberikan penekanan agar semua kendala yang kemungkinan kecil sekalipun tidak diabaikan, karena bisa berkembang menjadi masalah besar jika tidak ditangani secepatnya. Ia mendorong semua pihak untuk melaporkan kemajuan dan permasalahan secara berkala agar penyelesaian bisa dilakukan secara kolektif dan efisien. ANTARA