YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama dengan para pelaku industri pariwisata telah membentuk sebuah sekretariat bersama, yang dikenal sebagai sekber. Tujuan dari pembentukan sekber ini adalah untuk menciptakan wadah kolaborasi demi memaksimalkan berbagai peluang pariwisata yang ada di wilayah ini. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono, mengungkapkan bahwa salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan adalah dibukanya rute penerbangan baru serta pelaksanaan sejumlah kegiatan berskala internasional di Yogyakarta, yang akan berlangsung hingga bulan September dengan berbagai acara yang lebih besar. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata dan menarik lebih banyak wisatawan ke daerah tersebut. Dalam penyelenggaraan sekber ini, Pemda DIY melibatkan berbagai asosiasi pariwisata yang ada, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, serta Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, dan lainnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terakumulasi seluruh potensi pariwisata yang ada dengan melibatkan pemerintah di tingkat kabupaten dan kota. Beny menekankan bahwa sekber tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga untuk memperpanjang durasi kunjungan wisata dan meningkatkan tingkat pengeluaran (spending) mereka saat berada di DIY. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menyusun agenda acara atau paket wisata secara kolaboratif dan terintegrasi. “Di lapangan, kita perlu bersatu padu agar tidak terjadinya persaingan antar destinasi, tetapi justru saling melengkapi,” ungkap Beny. Dia menambahkan bahwa distribusi kunjungan wisata di DIY diharapkan dapat lebih merata, sehingga tidak hanya terfokus di pusat Kota Yogyakarta semata. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto, menyatakan keyakinannya bahwa sinergi antara potensi pariwisata yang ada di lima kabupaten/kota dapat menjadi kunci untuk meningkatkan durasi tinggal wisatawan di wilayah ini. Saat ini, rata-rata lama tinggal wisatawan di DIY masih di bawah dua hari. Namun, Bobby yakin jika potensi wisata di masing-masing daerah dapat disinergikan menjadi satu rangkaian paket wisata, maka durasi tinggal wisatawan dapat diharapkan bisa meningkat menjadi empat hingga lima hari. “Hal ini seharusnya dapat tercapai mengingat kita mempunyai potensi wisata yang beraneka ragam dan lengkap jika kita mau mengembangkannya dengan baik,” jelas Bobby. ANTARA