MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sedang mempersiapkan sebuah program inovatif bernama Penanganan Stunting Terpadu, atau yang sering disingkat *Pastipadu*, dengan tujuan utama untuk mencegah entitas baru yang terdiagnosis stunting di wilayah tersebut. Junda Maulana, selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, mengungkapkan bahwa program *Pastipadu* ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama lintas sektoral penting dilakukan dalam upaya penanganan masalah stunting yang kian meresahkan. Satu di antara langkah kunci yang diambil dalam program ini adalah pelaksanaan berbagai intervensi yang tepat sasaran. Program *Pastipadu* diharapkan akan terintegrasi dengan baik melalui proses yang meliputi perencanaan yang matang, penganggaran yang mencukupi, pelaksanaan yang efektif, serta pemantauan dan evaluasi berkala. Hal ini bertujuan agar penanganan permasalahan stunting di Sulbar dapat dilakukan dengan lebih terarah dan akurat. Dalam perkembangan terkini, angka prevalensi stunting di Sulbar telah menurun dari 35 persen menjadi 30,3 persen pada tahun 2023. Junda menambahkan bahwa pemerintah provinsi menargetkan penurunan lebih lanjut, diharapkan hingga mencapai 14 persen pada tahun ini, menggunakan pendekatan dan strategi dari program *Pastipadu*. Dari sisi legislatif, Abdul Rahim, anggota DPRD Sulbar, menekankan dukungan penuh DPRD terhadap upaya pemerintah provinsi dalam menurunkan angka penderita stunting. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, untuk mencapai hasil yang optimal dalam penanggulangan stunting. Lebih lanjut, Abdul Rahim juga mengungkapkan dukungan DPRD dalam penyusunan peta jalan atau *road map* penanganan stunting, sehingga implementasinya dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan melalui program *Pastipadu*. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlangsungan upaya pencegahan stunting di masa depan. ANTARA