SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Manajemen RSUD Gambiran yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur, diharapkan untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan dalam layanan, terutama yang berbasis pada teknologi informasi (*TI*). Penjabat Wali Kota Kediri, Zanariah, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di rumah sakit rawat inap ini, mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan adanya persaingan di bidang pelayanan kesehatan. Dalam evaluasi kinerja pelayanan RSUD Gambiran yang berlangsung baru-baru ini, Zanariah meminta agar semua direksi dan staf segera melakukan tindakan lanjutan untuk memperbaiki layanan. Ia juga menghimbau agar pihak rumah sakit menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi lain dalam rangka menyebarluaskan manfaat layanan kesehatan yang disediakan oleh RSUD Gambiran. Zanariah mengungkapkan, kemampuan komunikasi yang efektif dan pelayanan berbasis *TI* merupakan dua aspek penting yang harus ditingkatkan. Ia juga menginstruksikan agar kualitas layanan unggulan yang telah ada tetap dipertahankan dan semakin ditingkatkan. Ia memberikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai oleh RSUD Gambiran, menyoroti adanya peningkatan yang signifikan dalam pelayanan dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini cukup berarti dan mengindikasikan bahwa RSUD Gambiran perlu meningkatkan target kinerjanya. Wali kota juga mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran dan staf RSUD Gambiran atas dedikasi serta komitmen mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan di Kota Kediri. Ia mendorong agar target yang akan ditetapkan di masa mendatang harus realistis dan berbasis pada data, serta sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Pengejaran target harus disertai dengan peningkatan layanan dan fasilitas pendukung, sehingga tidak berisiko mengorbankan kenyamanan pasien. Selain itu, RSUD Gambiran Kota Kediri telah diakui sebagai penerima Top BUMD Awards 2024 untuk kategori RSUD dengan predikat "Bintang 4". Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga penilai lainnya yang bekerja sama dengan Majalah Top Business. Berdasarkan hasil penilaian, RSUD Gambiran Kota Kediri mendapatkan penghargaan tersebut berkat kemampuan mereka dalam mengoptimalkan potensi yang ada, yang tercermin dari peningkatan pendapatan lebih dari 20 persen, strategi efisiensi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas layanan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat yang dapat dilihat dari kenaikan kunjungan pasien. Direktur RSUD Gambiran, Aditya Bagus Djatmiko, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukan merupakan akhir dari perjalanan pengembangan rumah sakit. Sebaliknya, ini menjadi indikator bahwa strategi peningkatan kualitas layanan sudah berada di jalur yang tepat. Manajemen RSUD Gambiran juga optimis dalam mencapai visi dan misi rumah sakit sebagai badan layanan publik milik Pemkot Kediri. Aditya menambahkan bahwa penghargaan yang diraih menjadi "bahan bakar" bagi rumah sakit untuk terus melakukan perbaikan dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah langkah penting dalam menjaga agar layanan kesehatan yang dihadirkan tetap relevan dan berkualitas. ANTARA