**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin, menyatakan kesiapannya untuk mengadakan dialog dengan Yenny Wahid, putri presiden ke-4 Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid, serta Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin. Dialog ini bertujuan untuk membahas situasi konflik yang melibatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PKB.
Cak Imin memastikan bahwa pihaknya terbuka untuk berbicara dengan siapa saja. "Kita mampu berdialog dengan semua pihak. Ngopi di rumah saya atau di tempat lain, kami siap," ungkap Cak Imin saat memberikan pernyataan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada sebuah kesempatan.
Menurutnya, semua pembicaraan yang dilakukan haruslah dalam suasana yang tenang dan damai. Cak Imin mengaku menerima segala kritik dan masukan yang datang dari masyarakat demi memfasilitasi kondisi yang lebih baik. Namun, ia juga menekankan bahwa PBNU dan PKB merupakan organisasi yang berdiri sendiri dan memiliki identitas yang berbeda. "Memang, PKB dulunya bagian dari PBNU, tetapi penting untuk diingat bahwa setelah berdiri, keduanya tidak lagi terikat sebagai satu organisasi," jelasnya.
Sebelumnya, Yenny Wahid juga menyampaikan harapannya agar Wakil Presiden Ma'ruf Amin berperan sebagai penengah dalam konflik yang sedang terjadi antara PBNU dan PKB. Dalam pernyataan setelah pertemuan dengan Wapres, dia mengatakan, "Kiai Ma'ruf Amin memiliki potensi besar untuk mengajak para kiai dan bu nyai sepuh untuk berkumpul dan mendiskusikan kepentingan bersama dalam situasi ini."
Yenny mengungkapkan rasa gelisahnya mengenai kondisi yang tengah berlangsung antara PBNU dan PKB. Ia dan Wakil Presiden sepakat bahwa keberadaan kedua organisasi tersebut merupakan berkah bagi bangsa Indonesia, dan karenanya, perlu dijaga dengan baik. "Saya berharap agar Wapres sebagai sosok yang dihormati di NU bisa memfasilitasi mediasi antara PBNU dan PKB sehingga terjalin dialog yang konstruktif," tambahnya.
Dia menekankan bahwa PBNU dan PKB didirikan untuk membawa nilai-nilai kemaslahatan bagi masyarakat. Pada tanggal 7 Agustus lalu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator dalam konflik yang ada. Dalam pernyataan kepada wartawan setelah meninjau MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo Kasongan di Bantul, ia mengatakan, "Jika mereka ingin saya berperan dalam mendamaikan dengan tulus, saya sangat bersedia untuk melakukannya."
Wapres Ma'ruf Amin juga menjelaskan bahwa upaya mendamaikan dua pihak yang bertikai adalah bagian dari perintah agama. Mengingat dirinya merupakan salah satu pendiri PKB dan pernah aktif dalam organisasi PBNU, ia merasa memiliki tanggung jawab dalam membangun kembali kerukunan antara kedua belah pihak.
ANTARA
Cak Imin siap dialog dengan Yenny Wahid dan Wapres untuk mediasi PKB-PBNU
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







