**Borneonews - Medan**, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan *Quick Response Code Indonesia Standard* (QRIS) sebagai metode pembayaran pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan adopsi teknologi digital di kalangan UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Sumut, Naslindo Sirait, mengungkapkan bahwa semua UMKM yang akan terlibat dalam ajang PON diwajibkan untuk menggunakan sistem pembayaran QRIS. Di samping itu, mereka juga masih diperbolehkan untuk menerima pembayaran secara konvensional. Naslindo menyampaikan hal ini dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Medan.
Dia menambahkan, dari total 300 UMKM yang saat ini dalam proses kurasi untuk berpartisipasi dalam acara nasional tersebut, pihaknya akan mendorong mereka untuk beralih ke metode pembayaran digital tersebut. Apabila ada pelaku UMKM yang belum mendaftarkan usaha mereka ke dalam sistem QRIS, Diskop UKM akan memberikan dukungan untuk memfasilitasi pendaftaran tersebut.
Naslindo menjelaskan bahwa penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM di Sumatera Utara saat ini masih tergolong rendah, dengan hanya 40 persen dari 1,1 juta pelaku usaha yang terdaftar memanfaatkan sistem tersebut. Oleh karena itu, pemerintah provinsi menargetkan agar 60 hingga 70 persen dari seluruh UMKM sudah menggunakan QRIS pada akhir tahun 2024, dan diharapkan bisa meningkat menjadi 80 persen pada tahun 2025.
Sesuai dengan pengamatannya, masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil di daerah yang belum beralih ke sistem pembayaran QRIS. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pihaknya terus melakukan tahap kurasi UMKM. Parameter yang digunakan dalam kurasi meliputi produk olahan makanan yang telah memiliki sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat halal.
Selain aspek sertifikasi, mereka juga mempertimbangkan aspek visual, kemasan, dan rasa dari produk olahan makanan. Sedangkan untuk produk pakaian, penilaian difokuskan pada cara penyampaian produk dalam tampilan. Naslindo menegaskan bahwa harga jual juga menjadi salah satu parameter penting dalam proses seleksi.
Ia menambahkan bahwa pada akhir bulan Agustus ini, pihaknya akan mengumumkan daftar UMKM yang akan berpartisipasi di ajang nasional tersebut. Dalam arahan selanjutnya, skema stan UMKM akan ditempatkan di setiap lokasi arena pertandingan. Selain itu, juga akan disediakan stan di Lapangan Benteng, Medan, untuk meramaikan PON 2024 yang melibatkan berbagai cabang olahraga.
ANTARA
Pemprov Sumut Dorong UMKM Gunakan QRIS pada PON 2024
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Hangtuah Kalahkan Satya Wacana 62-58 di IBL All Indonesian
Tim Boccia Indonesia Bertekad Jaga Performa hingga Paralimpiade
Bupati Kotim Prihatin Kebun Warga Terbakar dan Terancam Kehilangan Penghasilan
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Komentar (0)
Memuat komentar…






