SURABAYA –
**Borneonews - Jember**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah menyusun pemetaan terkait sembilan potensi kerawanan yang dihadapi menjelang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Pemetaan kerawanan ini diluncurkan dalam sebuah acara yang melibatkan perwakilan dari Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Wiwin Riza Kurnia, salah seorang anggota Bawaslu Jember, menyampaikan bahwa identifikasi ini dilakukan berdasarkan data dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2024 yang diperkenalkan oleh Bawaslu RI pada tahun 2022. Sembilan kerawanan yang telah teridentifikasi meliputi berbagai isu, seperti perselisihan hasil pemilu, netralitas aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri, pelanggaran kode etik oleh penyelenggara, surat suara yang tertukar, praktik politik uang, intimidasi terhadap penyelenggara pemilu, penghitungan suara ulang, serta pelanggaran dalam pemungutan dan penghitungan suara yang tidak sesuai dengan aturan. Selain itu, kerawanan yang dapat disebabkan oleh bencana alam juga menjadi perhatian. Wiwin mengungkapkan bahwa salah satu isu terpenting yang harus diwaspadai adalah netralitas ASN. Dia menyebutkan bahwa kasus pelanggaran netralitas ASN di Jember tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Timur. Untuk mengatasi ini, pihaknya telah mempersiapkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko pelanggaran yang sama selama Pilkada 2024. Beberapa pelanggaran yang pernah terjadi diantaranya adalah penggunaan simbol-simbol tertentu yang menunjukkan dukungan terhadap calon tertentu, serta ketidakbijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Hal ini menciptakan kesan bahwa individu tersebut tidak menjaga sikap netral. Bawaslu Jember juga memperhatikan potensi kerawanan yang berdasar pada data sejarah pemilu sebelumnya. Misalnya, terdapat kerawanan rendahnya partisipasi pemilih yang sering kali terjadi di Kecamatan Puger, sementara ancaman bencana alam juga menjadi masalah di beberapa kecamatan seperti Arjasa, Patrang, Silo, dan Ledokombo. Dengan adanya pemetaan ini, Bawaslu Jember berkomitmen untuk memfokuskan perhatian pada langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan dengan lebih baik. Meskipun sembilan isu utama telah diidentifikasi, tidak menutup kemungkinan akan muncul isu baru selama proses penyelenggaraan tahap-tahap pemilihan. ANTARA