SURABAYA –
**Borneonews - Trenggalek**, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali menyelenggarakan pameran mengenai inovasi layanan publik yang diberi nama Trenggalek Innovation Festival (TIF) 2024. Acara ini berlangsung dari Senin, 19 Agustus hingga Rabu, 21 Agustus, diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah tersebut. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara resmi membuka festival ini. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membuat proses pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. "Kami berharap indeks daya saing daerah dapat meningkat, sehingga pelayanan kepada masyarakat akan mengalami perbaikan yang signifikan," ungkap Bupati Nur Arifin, yang akrab dipanggil Mas Ipin. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam memperlancar birokrasi pelayanan publik agar tidak lagi kompleks dan menyulitkan masyarakat. Mas Ipin menambahkan, kehadiran inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi kebingungan masyarakat yang sebelumnya harus datang langsung ke kantor untuk mendapatkan layanan, dengan proses yang sering kali lambat. "Dengan adanya inovasi-inovasi ini, masyarakat akan lebih cepat dalam menerima pelayanan yang transparan, serta seluruh proses dapat ditelusuri dengan mudah," tuturnya. Salah satu contoh inovasi yang ditonjolkan adalah dalam pendataan administrasi kependudukan terkait validasi data kematian. Inovasi ini bertujuan agar pendataan kematian dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, yang pada gilirannya akan mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara efektif. Bupati menjelaskan bahwa tidak ada lagi kasus bantuan sosial yang salah sasaran kepada mereka yang sudah meninggal dunia. "Sumur informasi mengenai kematian memiliki dinamika yang cepat, oleh karena itu penting untuk segera memperbaharui data, dan inovasi ini sudah ada untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujarnya. Festival inovasi yang dihadiri oleh berbagai OPD dan mitra kerja pemerintah ini menampilkan beragam inovasi dalam layanan publik. Tercatat ada sebanyak 70 inovasi dari berbagai bidang yang dipamerkan. Dari festival ini, pihak penyelenggara akan memilih beberapa kandidat terbaik untuk diakui dan dijadikan inspirasi bagi pengembangan berikutnya. "Inovasi ini harus terus diperbarui. Mungkin saat pertama kali diluncurkan terlihat sangat menarik, namun seiring berjalannya waktu bisa menjadi biasa saja. Oleh karena itu, kami mengadakan festival ini setiap tahun," jelas Bupati dengan tegas. ANTARA