MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Hal ini penting agar tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam sebuah forum silaturahmi yang diadakan bersama Pemerintah Kecamatan dan masyarakat di Gilireng pada hari Senin, beliau menekankan pentingnya kolaborasi. "Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan selalu saling mengingatkan untuk bersatu. Kita juga harus tetap berpegang pada sikap netral dalam setiap kegiatan Pemilu tahun ini," ungkapnya. AKBP Rosid juga mengajak masyarakat Gilireng untuk bersatu padu dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan mereka. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, dengan pesatnya perkembangan dan informasi yang ada di media sosial, sering kali hal tersebut bisa menjadi pemicu ketegangan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan terhadap potensi konflik harus menjadi perhatian utama. Untuk menciptakan suasana yang aman dan damai selama Pemilu 2024, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, TNI, dan semua pemangku kepentingan lainnya. "Perkembangan digital saat ini tidak hanya memberikan banyak kemudahan, tetapi juga membawa tantangan tersendiri, terutama di tengah Pesta Demokrasi," tambahnya. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan telah mengumumkan hasil dari rapat pleno mengenai daftar pemilih sementara (DPS), yang tercatat sebanyak 6.694.450 jiwa untuk Pilkada serentak 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah pemilih terdiri dari 3.258.557 laki-laki dan 3.435.893 perempuan. Angka ini dihasilkan dari akumulasi data seluruh pemilih yang tersebar di 24 kabupaten kota, 313 kecamatan, 3.059 desa/kelurahan, serta 14.544 tempat pemungutan suara yang telah ditetapkan oleh KPU Sulsel melalui rapat pleno yang dihadiri oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. ANTARA