**Borneonews - Jakarta**, Junaedi, seorang atlet judo penyandang disabilitas yang dulunya berprofesi sebagai penggembala kambing, memiliki tekad yang tinggi untuk menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di ajang Paralimpiade Paris 2024. Junaedi mengungkapkan perasaannya terkait mimpi besar ini, "Rasanya sangat luar biasa. Setiap atlet tentu menginginkan yang terbaik, terutama dalam Paralimpiade ini yang merupakan ajang tertinggi di dunia bagi kita."
Tentunya, target pribadinya adalah meraih medali emas untuk tanah air, meski pelatihnya tidak menentukan target khusus; mereka hanya berharap Junaedi dapat memberikan penampilan terbaik. Perjalanan atlet berusia 27 tahun ini menuju Paralimpiade penuh dengan berbagai tantangan dan rintangan.
Sebelum dikenal luas sebagai atlet judo, Junaedi lahir pada 15 Februari 1996 dan menghabiskan banyak waktu untuk membantu orang tuanya, Odin dan Etin, yang bekerja sebagai petani dan penggembala kambing. Semasa kecil, dia sering terlibat dalam kegiatan menggembala kambing dan bertani. Minatnya pada bela diri muncul saat di bangku SMP, dan ia mulai mendalami hobi ini lebih serius setelah pindah ke Bandung.
Junaedi tidak pernah mundur dari mimpinya, meskipun awalnya berlatih pencak silat, dia kemudian beralih ke *blind judo* pada tahun 2014 atas rekomendasi pelatih. "Keluarga saya, terutama orang tua, memberikan dukungan yang luar biasa. Sejak kecil, saya memang memiliki ketertarikan pada bela diri. Saya pernah berlatih pencak silat dan bergabung dengan klub di Bandung sebelum akhirnya bergabung dengan *blind judo*," ungkapnya.
Keputusan untuk berpindah ke judo terbukti menguntungkan, karena sejak saat itu, Junaedi berhasil mengukir prestasi di berbagai kompetisi. Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah ketika ia meraih medali di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016, yang menjadi debutnya di tingkat besar.
Saat ini, dia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Paris. Menurut Junaedi, persiapan untuk Paralimpiade 2024 sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Program pelatnas yang diselenggarakan oleh Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia membantunya mengumpulkan poin melalui berbagai kejuaraan internasional.
"Pelatnas dimulai dari tahun 2022 saat event Asian Para Games (APG) di Solo. Kemudian saya mengikuti berbagai kompetisi, seperti di Kazakstan, Tokyo 2022, ASEAN Para Games 2023 di Kamboja, dan APG Hangzhou, juga di Georgia. Semua itu memberikan saya poin yang sangat berarti. Pengumpulan poin itu memungkinkan saya untuk masuk dalam peringkat," jelas Junaedi, yang kini berada di peringkat 11 dunia untuk kategori judo tuna netra.
Junaedi optimis bahwa dirinya dan rekan-rekannya akan meraih kesuksesan di Paralimpiade 2024. Dia percaya jika para atlet Paralimpiade diberikan kesempatan, mereka pasti akan memanfaatkan peluang tersebut sebaik-baiknya. "Saya harap ke depan, Menteri Pemuda dan Olahraga serta Bapak Presiden terus mendampingi, membina, dan memfasilitasi kami. Hal ini penting agar kami dapat terus berpartisipasi dalam event internasional hingga ke Paralimpiade dan memberikan kesempatan bagi teman-teman yang lain yang belum memiliki kesempatan untuk berjuang di kancah internasional," tutup Junaedi, yang akan bertanding di kelas 60 kg.
ANTARA
Junaedi, Atlet Judo Tuna Netra Siap Raih Emas di Paris 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Komentar (0)
Memuat komentar…







