BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Kepolisian Resor Bogor telah melakukan pemetaan terhadap sebanyak 120 titik tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan konflik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengungkapkan bahwa dari total kurang lebih 8.000 TPS yang ada, terdapat sekitar 120 TPS yang masuk dalam kategori sangat rawan. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta ketertiban pada pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Rio menambahkan bahwa pengklasifikasian tersebut didasarkan pada faktor geografis dan tingkat kriminalitas di setiap lokasi. Ia menilai adanya hubungan antara berbagai kasus, seperti tawuran, perampokan, dan tindak kriminal lainnya, yang memungkinkan terjadinya ketegangan di tempat-tempat tersebut. Dengan demikian, pihak kepolisian telah memiliki gambaran yang komprehensif untuk mengevaluasi dan merancang strategi pengamanan yang efektif. Dalam rangka pengamanan Pilkada, Kapolres memastikan bahwa seluruh anggota kepolisian siap melaksanakan tugas mereka secara menyeluruh. Hal ini dimulai dengan pelaksanaan Simulasi Sistem Pengamanan Dalam Kota (*Sispam Kota*), yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi di lapangan. "Seluruh anggota telah berkolaborasi dengan baik, bersinergi dengan TNI dan berbagai pemangku kepentingan lain untuk memastikan pengamanan tersebut berjalan lancar," ujar Rio. Sebagai bagian dari persiapan, Polres Bogor menampilkan kekuatan sebanyak 1.096 personel yang akan terlibat dalam pengamanan Pilkada, serta mendapatkan dukungan tambahan dari Brimob, Polda Jawa Barat, dan jajaran TNI. Mereka semua akan bekerja sama untuk menciptakan kondusivitas selama pelaksanaan pemilihan umum ini. "Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan, menciptakan suasana damai, dan memastikan Pilkada berjalan sukses, dengan penuh perhatian dan ketulusan kepada masyarakat Kabupaten Bogor," tambahnya. ANTARA