JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Pusat**, Kepolisian Daerah mengerahkan sebanyak 1.293 personel gabungan untuk menjaga keamanan dalam aksi yang diikuti oleh beberapa elemen masyarakat di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penempatan personel tersebut bertujuan untuk mengamankan aksi demontrasi di bundaran Patung Kuda Monas serta lokasi sekitarnya. Personel yang dilibatkan terdiri dari berbagai instansi, termasuk Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI, serta instansi terkait lainnya, yang disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari area sekitar Patung Kuda hingga front Istana Negara. Selain pengamanan, pihak kepolisian juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Beberapa personel ditempatkan untuk berjaga dan mencegah massa aksi memasuki area yang tidak seharusnya, guna menjaga ketertiban dan keamanan. Pada saat yang bersamaan, pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan dilakukan secara situasional, tergantung pada kondisi dan dinamika yang berkembang di lapangan. Susatyo mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas akan ditentukan berdasarkan jumlah demonstran. Jika peserta aksi tidak banyak, maka arus lalu lintas akan tetap normal. Namun, jika terjadi peningkatan jumlah massa di sekitar bundaran Patung Kuda Monas dan eskalasi situasi meningkat, maka arus lalu lintas yang menuju lokasi akan dialihkan. Kapolres mengingatkan kepada semua personel yang terlibat untuk selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjalankan tugas mereka. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap tidak provokatif, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada para demonstran dan masyarakat yang menggunakan jalan di sekitar kawasan tersebut. Lebih lanjut, Susatyo meminta kepada para koordinator lapangan dan orator untuk menjalankan orasi dengan cara yang santun. Ia mengajak para pendemo untuk melaksanakan unjuk rasa secara damai, tanpa memaksakan kehendak, dan menghindari tindakan anarkis serta perusakan terhadap fasilitas umum. Susatyo juga menegaskan bahwa semua personel pengamanan tidak akan membawa senjata dalam menjalankan tugas, serta akan bertindak dengan menghormati para demonstran yang ingin menyampaikan pendapat mereka. Ia menekankan perlunya menjunjung tinggi nilai-nilai humanis dan profesionalisme dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Aksi unjuk rasa yang digelar ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap *Omnibuslaw* UU Cipta Kerja dan menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi terkait *judicial review* UU tentang Pilkada. ANTARA