BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah video berdurasi 1 menit 40 detik, memperlihatkan seorang oknum yang memakai jaket driver ojek online berdebat dengan seorang siswi SMA di Kota Palangka Raya, viral di media sosial Instagram.
Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi yang masih mengenakan seragam sekolah batik mempertanyakan terduga driver ojek online itu yang diduga telah memotret temannya secara diam-diam.
Siswi tersebut terlihat marah dan menuntut oknum terduga driver ojek online tersebut untuk menghapus foto yang diambilnya.
"Kenapa om memoto teman saya, buat apa, hapus om, hapus om," pinta siswi tersebut kepada oknum driver ojek online itu.
Terduga driver ojek online yang diduga berusia sekitar 40 tahun itu terlihat menunjukan handphone yang digunakannya untuk memotret korban sambil menyampaikan namanya dan tertawa.
Siswi tersebut semakin marah dan mengatakan, tidak terima kenapa dia memoto temannya. "Kenapa om juga bilang susu besar, maksudnya apa. Hapus om, hapus om, buka Galeri hapus sekarang," pintanya.
Menanggapi kejadian ini, Satgas PPA Provinsi Kalimantan Tengah, Widya Kumala, atau yang biasa disapa Kak Yaya, mengatakan akan segera melakukan koordinasi terkait viralnya video yang diduga adanya pelecehan terhadap anak di bawah umur.
--page
"Kita akan coba tindaklanjuti bersama stakeholder terkait ya, semoga bisa kita temukan segera siswi tersebut dan akan kita lakukan pendampingan segera," terang Kak Yaya, Selasa, 20 Agustus 2024.
Sementara itu, postingan di Instagram telah dibagikan ribuan netizen. Banyak netizen yang mengutuk perbuatan oknum driver ojek online tersebut.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, intinya, dari Polda Kalteng, apabila ada laporan dari pihak korban, maka pihaknya akan melakukan penanganan.
"Kalau tindakan nanti sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan, apabila mengarah pada tindak pidana, maka akan kita proses," ujarnya. (PATHUR/Y)









