BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak delapan titik jalan raya menuju wisata Ujung Pandaran yang berada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, masih dalam tahap perbaikan. Sehingga hal itu dikhawatirkan akan menjadi kemacetan saat warga daerah ini ingin berkunjung ke tempat itu setelah lebaran nantinya.

Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, delapan titik yang ada di Jl HM Arsyad tersebut memang masih sekitar 70% saja selesai. Sehingga kalau sampai hal tersebut masih terjadi hingga H+1 lebaran, dikhawatirkan akan menjadi titik kemacetan para pengendara yang hendak berwisata ke Ujung Pandaran.

“Saat kami periksa, pihak kontraktor mengatakan bahwa akan selesai pada akhir Juni 2016 nantinya, dan mudah-mudahan hal itu bisa terealisasi,” ujar Hendra usai meninjau langsung titik-titik perbaikan jalan tersebut, Jumat (24/6/2016).

Kalau sampai jalan itu tidak selesai hingga lebaran, maka pihak kepolisian akan bekerjasama dengan Dishubkominpo Kortim untuk melakukan penjagaan di titik itu. Dimana mereka akan menagtur sisitem buka tutup bagi kendaraan, sehingga tidak terjadi kemacetan yang berkepanjangan.

Selain menjadi jalan untuk menuju wisata Ujung Pandaran, Jl Hm Arsyad ini juga arus menuju Kabupaten Seruyan. Sehingga kalau sampai pada akhir bulan Juni 2016 ini jal itu belum selesai, maka kemacetan bukan tidak mungkin terjadi.

Selain jalan tersebut, Polres Kotim juga mencatat ada beberapa titik jalur yang rawan terjadi kecelakaan di sejumlah ruas menuju luar kota Sampit seperti Pangkalan Bun dan Palangka Raya. Namun hal itu sudah diantsipasi oleh mereka, dengan memasang sepanduk berisikan hati-hati saat berkendara. Jangan ngebut, dan utamakan keselamatan.

“Sudah kami pasang sepanduk, hal itu dilakukan agar arus mudik kali ini tidak terjadi kecelakaan yang fatal, sehingga para pengendara yang melintas bisa selamat sampai tujuan,” ungkap Hendra. (M HAMIM/m)