**Borneonews - Tangerang**, Dinas Pendidikan Kota Tangerang di Provinsi Banten telah menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan tegas terhadap penyedia makanan yang menghadapi masalah dalam program Makan Bergizi Gratis (*MBG*) yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Kepala Dinas Pendidikan setempat, Jamaludin, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk menghentikan kerjasama dengan penyedia yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan. "Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan sukses. Kami memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan yang diperlukan," tegasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan daerah akan melakukan evaluasi secara rutin setiap hari. Evaluasi ini meliputi seluruh proses, mulai dari penyajian makanan oleh penyedia, pengemasan, hingga tempat makan yang digunakan oleh siswa. Dengan pendekatan ini, kebersihan dan standar gizi akan menjadi fokus utama yang terus dipantau.
Jamaludin menambahkan, jika terdapat pihak yang tidak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, Dinas Pendidikan tidak akan ragu untuk menindak tegas. Ini adalah program nasional yang harus ditaati oleh semua pihak, ungkapnya.
Di sisi lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang juga menyampaikan bahwa mereka mendapatkan manfaat dari program MBG ini. Salah satu contohnya adalah Rafly Ibrahim, pemilik Karinda Catering, yang menjelaskan bahwa adanya program ini telah meningkatkan permintaan akan tenaga kerja. Dengan kebutuhan makanan mencapai 1.000 hingga 2.000 porsi per hari, kami memerlukan tambahan tenaga dalam tim masak, pengemasan, hingga kurir, ujarnya. Dia menekankan bahwa program ini tidak hanya menguntungkan usaha mereka, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
Kota Tangerang, bersama dengan Kota Cilegon, dipilih sebagai lokasi percontohan untuk proyek uji coba Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029. Proses simulasi untuk langkah-langkah strategis dan mitigasi operational Program MBG pun telah dilaksanakan oleh pemerintah kota bersama JW Movement pada 1 Agustus 2024, yang melibatkan lima sekolah dan menargetkan 3.125 siswa.
Uji coba selanjutnya dilakukan pada tanggal 5 hingga 9 Agustus 2024 di 34 sekolah, dengan total sasaran mencapai 27.555 siswa. Pada 5 Agustus 2024, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka juga hadir untuk memantau dan memberikan apresiasi kepada pemerintah Kota Tangerang atas kesiapan mereka dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis ini.
Saat ini, Pemerintah Kota Tangerang mulai melaksanakan program pembiasaan Makan Bergizi Gratis di 60 sekolah selama tiga bulan, yang dimulai pada 12 Agustus 2024. Pembagian makanan dilakukan satu hari di satu sekolah, sehingga diharapkan program ini dapat berjalan dengan efektif dan memberikan dampak positif bagi siswa.
ANTARA
Dinas Pendidikan Tangerang Siap Tindak Tegas Penyedia MBG Bermasalah
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Komentar (0)
Memuat komentar…







