JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada hari Selasa mengadakan rapat pimpinan yang dihadiri jajaran kementerian ESDM di momen pertamanya kembali bekerja. Rapat tersebut berlangsung di aula kantor Kementerian ESDM, setelah Bahlil tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menuju lokasi rapat. Dalam pertemuan tersebut, Bahlil yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memimpin secara langsung jalannya rapat. Seluruh pejabat dari tingkat direktur jenderal (dirjen) hingga eselon II hadir mengikuti rapat yang berlangsung secara tertutup. Namun, hingga saat ini belum terdapat penjelasan resmi dari Menteri ESDM mengenai poin-poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut. Meskipun begitu, Bahlil sempat terlihat keluar dari ruangan aula untuk menuju ruang lain di kementerian. Pada kesempatan sebelumnya, Bahlil menyampaikan komitmennya untuk memperhatikan berbagai masalah dalam sektor energi, termasuk upayanya untuk meningkatkan *lifting* minyak dalam sisa masa jabatannya yang tinggal dua bulan hingga Oktober 2024. Hal ini ditegaskannya saat melakukan serah terima jabatan sebagai Menteri ESDM Kabinet Indonesia Maju dalam periode 2019-2024. Bahlil mengungkapkan bahwa upaya peningkatan *lifting* minyak merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Dalam pembicaraannya, ia juga menyoroti masalah impor gas yang dinilai terlalu tinggi dan menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi *LPG* sesuai arahan presiden. Menyadari waktu yang semakin terbatas, Bahlil meminta kepada seluruh direktur jenderal untuk meningkatkan kerja keras dan efektivitas. Ia bahkan mengusulkan agar dirjen bersinergi dalam satu ruangan dan menggelar rapat hingga larut malam demi mempercepat penyelesaian persoalan yang ada. "Demi memitigasi persoalan ini, saya meminta para dirjen untuk berkantor bersama sehingga kita bisa rapat sampai malam. Ini penting agar kita dapat melakukan percepatan," ujarnya. ANTARA