MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan PKK Lombok Tengah menyelenggarakan sebuah inisiatif untuk melibatkan pelajar dalam kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi insiden seperti *bullying* dan kekerasan yang mungkin terjadi di kalangan siswa. Ketua TP PKK NTB, Dessy Hassanudin, menegaskan bahwa deklarasi yang dilaksanakan bukanlah sekadar formalitas. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan tindakan nyata di sekolah guna mencegah tindak kekerasan dan pengaruh buruk seperti narkoba. "Baru saja kami melaksanakan deklarasi, diharapkan tidak ada lagi pelajar yang melakukan kekerasan terhadap adik kelas," ujarnya saat acara deklarasi pencegahan yang melibatkan siswa di Lombok Tengah. Dessy menambahakan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi komitmen pemerintah dalam menanggulangi peredaran narkoba, perundungan, serta kekerasan terhadap anak, dengan harapan dapat mewujudkan sekolah yang ramah anak. "Ini adalah langkah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung pertumbuhan anak," tuturnya. Dessy juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif dari pemerintah daerah dalam menciptakan kabupaten yang layak anak. Diketahui, selama tahun 2023, jumlah kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan, dengan total 44 kasus dibandingkan dengan 70 kasus yang tercatat pada tahun 2022. "Kami berharap tren ini terus menurun dan tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak di Lombok Tengah," harapnya. Selain itu, Ketua TP PKK Lombok Tengah, Nurul Aini Pathul Bahri, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak untuk mengambil peran aktif dalam melawan kekerasan dan menjauhkan diri dari narkoba. "Kami ingin agar pesan ini dapat dibagikan kepada teman-teman sebaya di sekolah," katanya. Ia juga menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, diharapkan para pelajar dapat menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, serta kampanye melawan pernikahan dini. "Semoga dengan adanya deklarasi ini, kita bisa bersama-sama mencegah kekerasan terhadap anak," pungkasnya. ANTARA