**Borneonews - Chicago**, Ribuan demonstran yang mendukung Palestina berkumpul di Chicago dengan tujuan menuntut penghentian dukungan Amerika Serikat terhadap agresi militer Israel di Gaza. Dalam konflik tersebut, lebih dari 40 ribu warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka.
Unjuk rasa ini berlangsung seiring dengan dimulainya Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC) pada hari Senin. Lokasi demonstrasi berlangsung di Union Park, yang berjarak sekitar 800 meter dari arena konvensi. Sejumlah pengunjuk rasa memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap kebijakan luar negeri AS yang dianggap mendukung tindakan Israel di wilayah Gaza, kepada Presiden Joe Biden, Wakil Presiden Kamala Harris, dan seluruh delegasi Partai Demokrat.
Dalam suasana aksi tersebut, para demonstran terlihat berjalan di pusat kota Chicago dan meneriakkan slogan-slogan, antara lain "Bebaskan, bebaskan Palestina," beberapa jam menjelang pidato yang akan disampaikan oleh Biden dalam konvensi. Di tengah kerumunan, Benjamin, seorang anggota organisasi hak asasi manusia *Jewish Voice for Peace* di Chicago, menekankan bahwa semua orang berhak merasa aman di tempat tinggal dan komunitas mereka.
Benjamin menyatakan, "Mereka (pemerintah AS) mendanai dan mempersenjatai genosida yang telah merenggut lebih dari 40 ribu jiwa, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak." Ia juga berpendapat bahwa dana yang dialokasikan untuk militer seharusnya dapat digunakan untuk pendidikan, layanan kesehatan, serta pekerjaan dan perumahan bagi masyarakat.
Ia menambahkan, "Tuntutan kami adalah agar segera diterapkan embargo senjata terhadap Israel, serta menghentikan pendanaan untuk kebijakan apartheid, pendudukan, dan genosida. Sebagai gantinya, kami meminta investasi untuk masa depan yang aman, baik di AS, Chicago, dan Gaza."
*Jewish Voice for Peace* menjadi salah satu penyelenggara utama Koalisi Unjuk Rasa di Konvensi Partai Demokrat 2024. Koalisi ini diikuti oleh lebih dari 240 organisasi, baik nasional maupun lokal, termasuk *CODEPINK*, *ANSWER Coalition*, dan *Muslim American for Palestine*.
Linda, yang juga terlibat dalam Partai Sosialis Kebebasan sebagai salah satu penyelenggara, menyatakan bahwa mereka berunjuk rasa karena merasa perlu ada "alternatif" bagi politik yang ditawarkan oleh Partai Demokrat maupun Republik. Ia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pemerintah Demokrat yang kini berkuasa di Gedung Putih, yang menurutnya terlibat dalam genosida di Gaza.
Salah seorang peserta lainnya, Tom, yang berasal dari Illinois, menyatakan keinginannya agar pendudukan Israel di Gaza segera berakhir dan mengutuk tindakan yang ia sebut sebagai "pembantaian genosida" terhadap rakyat Palestina. Ia menekankan, meskipun Kamala Harris terpilih menjadi presiden, ia dan teman-temannya berkomitmen untuk terus berjuang di jalanan demi menuntut keadilan.
"Ini bukan hanya persoalan politik. Ini adalah masalah kemanusiaan," tambah Tom.
Selaras dengan kegiatan konvensi ini, delegasi Partai Demokrat dijadwalkan untuk mencalonkan Kamala Harris sebagai calon presiden, untuk bersaing dengan kandidat dari Partai Republik, Donald Trump, dalam pemilihan yang akan berlangsung pada bulan November mendatang.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Gallup pada bulan Juni menunjukkan bahwa hanya 23 persen pemilih Partai Demokrat yang mendukung operasi militer Israel di Gaza. Penelitian oleh Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menjadi penyedia senjata terbesar bagi Israel, dengan lebih dari 70 persen senjata yang digunakan diimpor dari AS.
Meskipun terdapat berbagai laporan mengenai senjata buatan Amerika Serikat yang digunakan dalam serangan Israel di Gaza, pemerintah AS belum memberikan konfirmasi mengenai hal ini. Menurut data yang dirilis oleh otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 40 ribu warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat konflik yang berlangsung sejak bulan Oktober tahun lalu. Sebaliknya, Israel melaporkan bahwa 1.139 orang telah tewas dalam serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.
ANTARA
Ribuan Pendukung Palestina Protes di Chicago Saat DNC Berlangsung
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







