PALANGKARAYA –
**Borneonews - Pangkalan Bun**, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang terletak di Kalimantan Tengah, bersama dengan perusahaan-perusahaan pelayaran di wilayah tersebut, berkomitmen untuk meningkatkan standar keamanan bagi penumpang angkutan air. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang menggunakan transportasi air. Kepala Dishub Kobar, Amir Hadi, menyatakan bahwa salah satu upaya kolaboratif ini terwujud melalui program penyerahan bantuan berupa alat keselamatan, seperti baju pelampung atau *life jacket* dan *ring buoy* (cincin pelampung). Bantuan tersebut diserahkan oleh PT Pelni Cabang Kumai dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Pangkalan Bun dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kumai. Amir mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima tersebut terdiri dari 175 buah jaket keselamatan dan tiga cincin pelampung. Selanjutnya, semua alat keselamatan ini akan diinventarisasi dan dikelola dengan sistem pinjam pakai, yang dapat diakses oleh masyarakat serta pihak lain yang memerlukan, guna meningkatkan aspek keselamatan dalam penggunaan transportasi air. Dia menekankan bahwa untuk meminjam alat-alat keselamatan tersebut, pihak-pihak yang ingin menggunakan diwajibkan untuk mengajukan surat permohonan resmi, dilengkapi dengan fotokopi identitas penanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap alat keselamatan bagi semua yang membutuhkannya. Amir juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pihak-pihak terkait, baik pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun perusahaan swasta. Kerjasama ini merupakan langkah nyata dalam mendukung masyarakat Kabupaten Kobar, melalui pemberian bantuan dan kemudahan yang diperlukan. Di dunia pelayaran, jaket keselamatan pelayaran adalah salah satu peralatan yang sangat krusial. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga agar pengguna tetap mengapung di atas air dalam keadaan darurat atau saat terjadi kecelakaan di perairan. Penggunaan alat ini wajib diterapkan di berbagai jenis pelayaran, baik pada kapal besar seperti feri dan kapal pesiar maupun perahu kecil dan kegiatan olahraga air. Jaket keselamatan ini biasanya dibuat dari bahan yang ringan namun kuat, seperti busa polyethylene atau kantung udara yang mampu mengembang otomatis ketika terendam air. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan peluit dan reflektor cahaya untuk memudahkan proses pencarian dan penyelamatan pada malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Meskipun penting, Amir mengungkapkan bahwa masih banyak kasus di mana penumpang atau kru kapal tidak menggunakan jaket keselamatan dengan benar atau bahkan sama sekali mengabaikannya. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memakai jaket keselamatan, serta memperketat penegakan aturan di sektor pelayaran. Dengan berbagai langkah ini, diharapkan tingkat keselamatan dalam perjalanan kapal dapat meningkat, dan masyarakat semakin menyadari pentingnya keamanan saat beraktivitas di perairan. ANTARA