BORNEONEWS, Sampit - Rencana relokasi pelabuhan kapal penumpang Sampit ke Bagendang terus digelorakan oleh pemerintah daerah. Bahkan Bupati Kotawaringin Timur sudah menyurati PT Pelindo III untuk menindaklanjuti keinginan pemerintah daerah yang hendak memindahkan pelabuhan penumpang tersebut.


Rencana pemindahan itu kembali disampaikan Bupati Supian Hadi dihadapan Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latif saat penyaluran sembako kepada warga kurang mampu di Pelabuhan Penumpang Sampit, Jumat (24/6/2016).


“Mungkin bapak sudah tahu ada kami kirim surat pemberitahuan terkait rencana pemindahan pelabuhan ini ke Bagendang. Saya juga bertitip pesan kepada, mungkin bapak melihat pelabuhan ini sudah tidak layak seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin padat,” kata Supian Hadi, Jumat (24/6/2016).


Dengan semakin padatnya jumlah penduduk dan untuk pengembangan Kota Sampit, pelabuhan penumpang sudah seharusnya di pindahkan ke lokasi yang baru yakni Bagendang. Langkah itu juga untuk menjaga keindahan kota, karena pelabuhan penumpang Sampit juga digunakan untuk bongkar muat barang kapal roro dan kerap dilewati kendaraan bertonase melebihi kapasitas jalan.


“Ketika kapal roro masuk, mobil-mobil besar dengan muatan berat melewati jalan dalam kota terutama depan pelabuhan, sehingga jalan cepat hancur dan lalulintas sembrawut. Makanya kami programkan kota harus bebas dari pelabuhan ,” ujar Supian.


Pemerintah Kotim mewacanakan akan mempercepat proses pemindahan pelabuhan penumpang ataupun pelabuhan bongkar muat tersebut. Bupati merencanakan hal itu bisa direalisasikan pada 2017, sehingga Sampit steril dari angkutan barang dari pelabuhan.


“Bisa dilihat sendiri kondisinya disini, dengan adanya pelabuhan sangat membantu tapi dengan semakin padatnya penduduk maka akan sulit. Tapi kalau dipindah ke bagendang akan membuka usaha baru bagi masyarakat disana. Bagendang akan jadi kota baru,” ujarnya.


Lokasi pelabuhan yang sekarang, kata Supian bisa dikembangkan menjadi lokasi wisata, seiring dengan program pemerintah daerah yang mengembangkan program pariwisata. Sehingga pengembangan pelabuhan bisa disesuaikan dengan konsep pengembangan pariwisata di daerah itu.


Sebelumnya, General Manager PT pelindo III Cabang Sampit, Agus Dwi Wahyono menyambut baik rencana itu. Untuk memindahkan aktivitas bongkar muat barang ke Terminal Bagendang dinilai tidak ada masalah karena terminal itu saat ini memang digunakan untuk bongkar muat peti kemas dan curah cair. Namun jika aktivitas kapal penumpang juga dipindah ke Terminal Bagendang, maka perlu koordinasi dan pertimbangan direksi pusat karena membutuhkan persiapan matang untuk penyediaan sarana pendukungnya.


“Kami akan minta keringanan agar terminal penumpang tetap di sana (Sampit), mungkin satu atau dua tahun. Tahun anggaran 2017 perencanaannya terminal penumpang tetap di Sampit. Di sana masih bisa diperuntukkan bagi kapal penumpang, sedangkan untuk pengembangan itu di Terminal Bagendang,” jelasnya. (RAFIUDIN/m)