JAKARTA –
**Borneonews - Bremen**, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyampaikan pandangannya bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan terwujud tanpa adanya negara Palestina yang merdeka. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di balai kota Bremen, ia menyatakan dengan tegas perlunya solusi berbasis dua negara, yang memungkinkan Palestina untuk memiliki pemerintahan sendiri. "Tanpa adanya kemungkinan untuk memiliki otonomi, perdamaian akan sulit dicapai. Oleh karena itu, penting agar negara Palestina yang terletak di Tepi Barat dan Gaza bisa berdampingan dengan Israel dalam suasana damai," ujarnya. Scholz menekankan bahwa posisi ini merupakan kesepakatan di antara Eropa, Amerika Serikat, dan Jerman. Ia menegaskan komitmen untuk mendukung pendirian negara Palestina di tengah tantangan yang ada. Ia juga mencatat pentingnya kritik yang mungkin dilontarkan terkait kebijakan yang ada, sambil menegaskan bahwa posisi ini tidak akan berubah. Bulan lalu, pemerintah Jerman mengungkapkan keberatan terhadap "kebijakan pendudukan Israel" setelah Mahkamah PBB menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. Pengadilan tersebut memerintahkan agar permukiman Israel di wilayah yang diduduki harus dihentikan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Christian Wagner, menjelaskan bahwa meskipun Jerman memiliki dukungan bersejarah terhadap Israel, hal tersebut tidak berarti bahwa Jerman menyetujui kebijakan pendudukan yang diberlakukan oleh Israel. "Ini semua kembali kepada Pemerintah Israel untuk mengambil keputusan berdasarkan laporan Mahkamah Internasional tersebut," tambahnya. Wagner menegaskan bahwa Jerman sudah berkali-kali menegaskan sikap dan posisinya terkait kebijakan pendudukan yang dijalankan Israel, menunjukkan bahwa Jerman memiliki agenda yang jelas dalam mendukung perdamaian di kawasan ini. ANTARA