MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah mengambil langkah untuk mengganti sejumlah 2.073 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan beras sebagai cadangan pangan pemerintah (*CPP*). Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap data yang menunjukkan adanya sejumlah penerima yang telah meninggal dunia ataupun telah pindah domisili ke daerah lain. Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, menjelaskan bahwa penggantian ini merupakan hasil dari rapat koordinasi yang dilaksanakan terkait persiapan distribusi *CPP* pada tahap ketiga. Dalam rapat tersebut, pihaknya memutuskan untuk mencoret 2.073 KPM dan menggantinya dengan penerima baru, berdasarkan hasil verifikasi yang menunjukkan bahwa beberapa penerima sebelumnya tidak lagi memenuhi syarat. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemkot Mataram bekerja dengan cepat untuk memasukkan penerima baru sebagai pengganti yang telah dicoret. Proses verifikasi data melibatkan Badan Perencana Pembangunan Daerah (*Bappeda*) serta pihak lain yang berkepentingan untuk memastikan bahwa penggantian tersebut tepat sasaran, terutama bagi KPM yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (*DTKS*). Dengan demikian, para penerima baru tersebut akan mulai menerima bantuan beras *CPP* pada tahap tiga tahun 2024. Miftahurrahman juga menekankan bahwa meskipun terjadi penggantian, jumlah total KPM untuk bantuan beras *CPP* tahap ketiga tetap tidak berubah, tetap pada angka 38.203 KPM, sama dengan jumlah penerima pada tahap pertama dan kedua. Setiap KPM akan tetap menerima 10 kilogram beras, sehingga total beras yang didistribusikan untuk KPM di Kota Mataram mencapai 382,2 ton. Proses distribusi beras *CPP* ini akan terus dilakukan melalui kelurahan, dan pihaknya menargetkan untuk menyelesaikan pembagian beras ini pada akhir Agustus 2024. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, H Lalu Johari, menjelaskan bahwa bantuan beras *CPP* untuk tahap ketiga tahun 2024 ini akan dialokasikan untuk kuota bulan Agustus, Oktober, dan Desember. Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini, proses distribusi berlangsung dengan lancar dan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait volume maupun kualitas beras yang disuplai. Hal ini dikarenakan setiap kali distribusi berlangsung, tim DKP selalu melakukan pemeriksaan di dua gudang Bulog yang ada di Kota Mataram, yaitu di Dasan Cermen dan Sweta. Tim tersebut memastikan bahwa volume serta kualitas beras yang akan dibagikan memenuhi syarat dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. ANTARA