**Borneonews - Rangkasbitung**, Pemerintah Kabupaten Lebak yang terletak di Banten mengajak petani untuk bersatu dalam usaha memperbaiki saluran irigasi, saat musim kemarau panjang yang diperkirakan akibat fenomena *El Nino* 2024. Dampak dari keadaan ini menyebabkan penurunan signifikan dalam debit air di sungai-sungai lokal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi, menjelaskan bahwa perbaikan saluran irigasi melalui kerjasama gotong-royong sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan air. Kami mendorong para petani untuk bersama-sama melakukan perbaikan irigasi agar kebutuhan air dapat terjaga, imbuhnya saat memberikan keterangan di Rangkasbitung.
Periode kemarau yang berkepanjangan ini berpotensi besar mengancam pertanaman padi. Dade menekankan bahwa jaringan irigasi yang ada kini mengalami kerusakan, sehingga perlu perbaikan agar tetap dapat mengalirkan air ke lahan pertanian. Saat ini, kondisi debit air irigasi mulai menurun, oleh karena itu petani diharapkan bisa mengelola sumber daya air secara bergiliran untuk memastikan tanaman padi tetap terairi, tuturnya.
Di Kabupaten Lebak, terdapat sekitar 463 unit Daerah Irigasi (DI) yang berfungsi untuk meningkatkan produktivitas pangan. Dari jumlah itu, tercatat sebanyak 259 unit dalam kondisi baik, sementara sisanya membutuhkan perbaikan.
Salah satu petani berusia 60 tahun bernama Sukri, yang berasal dari Kecamatan Cipanas, mengungkapkan bahwa warga setempat secara aktif melakukan gotong-royong untuk memperbaiki saluran irigasi sepanjang dua kilometer. Setiap kali musim kemarau, kami selalu melaksanakan perbaikan irigasi secara kolektif, ujarnya.
Kepala Bidang Produksi dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, turut menambahkan bahwa mereka berupaya mengoptimalkan infrastruktur irigasi dan menyediakan bantuan sistem pompanisasi. Kegiatan optimalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga mencapai tiga kali tanam dalam satu tahun.
Areal persawahan yang ada di Kabupaten Lebak seluas 51.297 hektare. Dengan adanya tiga kali tanam dalam setahun, total luasan lahan yang dapat ditanam bisa mencapai 153.891 hektare. Dengan luas tanam tersebut, kami dapat memproduksi lebih dari 1000 ton beras, yang tentunya akan berkontribusi bagi ketersediaan pangan tidak hanya di Lebak, tetapi juga daerah lain, pungkas Deni.
ANTARA
Petani Lebak Dilibatkan Perbaikan Irigasi Saat Musim Kemarau
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







