**Borneonews - Jakarta Pusat**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang ditujukan bagi anak-anak di bawah usia lima tahun di Rumah Susun Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar.
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, menjelaskan bahwa strategi yang diambil dalam program ini mencakup pemberian makanan tambahan yang terdiri dari aneka kudapan maupun hidangan berat. Menu yang disiapkan sangatlah penting karena disesuaikan dengan usia anak, sehingga dapat maksimal dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kognitif mereka.
Dhany Sukma menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi masalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Berdasarkan data yang ada, tercatat sebanyak 306 anak di wilayah tersebut mengalami berat badan di bawah normal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini lebih fokus untuk menangani anak-anak dengan kategori berisiko *underweight* dalam upaya mencegah kondisi stunting. Sementara itu, anak-anak yang sudah teridentifikasi mengalami hambatan pertumbuhan akan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Komitmen kita adalah membangun generasi emas 2045. Oleh karena itu, penanganan masalah ini harus dilakukan dengan tepat dari sekarang, ungkap Dhany.
Anggaran untuk program intervensi terkait stunting ini telah dialokasikan kepada Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Pusat, di mana implementasinya akan dilakukan melalui Puskesmas yang berada di setiap kecamatan.
Di samping intervensi spesifik seperti PMT, Dhany juga menekankan pentingnya faktor lingkungan dan pola asuh yang baik. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggarisbawahi perlunya sanitasi yang baik dalam lingkungan serta dukungan yang tepat dari orang tua.
Kepala Suku Dinas Jakarta Pusat, Rismasari, menyatakan bahwa mereka terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Salah satu langkah concreto yang diambil adalah dengan program PMT di Kecamatan Sawah Besar.
Rismasari menjelaskan bahwa anak-anak yang terisolasi dalam kelompok *underweight* akan mendapatkan program intervensi PMT selama 14 hari, dimulai dari 20 Agustus hingga 2 September 2024. Dalam jangka waktu tersebut, anak-anak akan mendapatkan kudapan selama enam hari, dan satu hari berikutnya akan disajikan makanan lengkap.
Lebih lanjut, pihaknya juga menangani balita yang mengalami gizi kurang. Di wilayah Sawah Besar, terdapat 41 anak yang termasuk dalam kelompok *underweight*. Untuk anak-anak ini, intervensi PMT akan diberikan selama 56 hari, mulai dari 20 Agustus sampai 14 Oktober 2024, jelas Risma.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat juga memprioritaskan penanganan stunting di tiga kecamatan, yaitu Tanah Abang, Johar Baru, dan Sawah Besar.
Menurut laporan dari intervensi serentak yang dilaksanakan pada bulan Juli 2024, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat berhasil memvalidasi data sebanyak 1.080 balita yang mengalami stunting di Jakarta Pusat.
Rincian lokasi menunjukkan bahwa di Kecamatan Tanah Abang terdapat 213 balita, di mana kasus tersebut tersebar di beberapa kelurahan, termasuk 48 kasus di Bendungan Hilir dan 33 kasus di Kebon Kacang. Di Kecamatan Sawah Besar, terdapat 160 balita dengan rincian seperti di Karang Anyar (46), Mangga Dua Selatan (55), Kartini (27), Pasar Baru (15), dan Gunung Sahari Utara (17). Sementara itu, di Kecamatan Johar Baru tercatat 135 balita dengan kasus terdistribusi di Tanah Tinggi (43), Johar Baru (13), dan Galur (49).
ANTARA
Komitmen Jakarta Pusat Atasi Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







