JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Para menteri dari negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menyerukan perlunya pendekatan holistik serta tindakan mendesak untuk mengatasi tantangan keamanan pangan yang semakin kompleks. Dampak dari isu-isu tersebut tidak hanya terasa secara global, tetapi juga di tingkat regional. Dalam pernyataan yang dirilis setelah pertemuan Menteri Keamanan Pangan APEC ke-9 di Trujillo, Peru, dikemukakan bahwa perubahan iklim, gangguan rantai pasokan, dan ketidaksetaraan ekonomi saling terkait sehingga stabilitas sistem pangan semakin terancam. Menteri Pengembangan Agraria dan Irigasi Peru, Ángel Manero Campos, yang juga menjabat sebagai ketua pertemuan, menekankan bahwa keamanan pangan bukan hanya terkait dengan kuantitas, tetapi juga dengan kualitas. Ia menegaskan pentingnya ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan yang memerlukan pendekatan menyeluruh dengan mempertimbangkan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Di seluruh dunia, perubahan iklim telah muncul sebagai ancaman utama bagi keamanan pangan. Gangguan dalam rantai pasokan yang diperparah oleh pandemi-pademi terbaru juga berkontribusi pada kelangkaan pangan dan kenaikan harga. Bertambahnya populasi global semakin memperburuk permintaan akan pangan, yang berdampak pada sumber daya yang sudah terbatas. Selain itu, ketidaksetaraan ekonomi menjadi penghalang signifikan, di mana jutaan orang tidak mampu membeli makanan yang cukup dan bergizi. Manero menyatakan bahwa pandemi COVID-19 telah menunjukkan kerentanan dalam sistem pangan pertanian kita serta menyoroti pentingnya praktik pertanian yang kuat dan tangguh. Dia juga mencatat bahwa situasi ini mengingatkan kita akan keterhubungan yang ada dalam komunitas global. Di kawasan Asia-Pasifik, tantangan keamanan pangan semakin diperburuk oleh bencana alam yang menghancurkan tanaman dan infrastruktur. Ketimpangan ekonomi menyebabkan aksesibilitas dan keterjangkauan pangan yang tidak merata, sementara urbanisasi yang cepat mengakibatkan hilangnya lahan pertanian yang berharga. Menurut Manero, kawasan ini, dengan beragam lanskap dan warisan pertanian yang kaya, memiliki kesempatan unik untuk memimpin dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan dan memastikan setiap individu memiliki akses ke makanan yang bergizi dan mencukupi. Dia menegaskan bahwa kompleksitas masalah keamanan pangan memerlukan tindakan yang terkoordinasi secara bersama di tingkat regional dan global. Salah satu fokus utama yang harus diperhatikan adalah memberikan dukungan yang diperlukan bagi pemberdayaan petani kecil, usaha kecil dan menengah, perempuan, pemuda, masyarakat adat, serta kelompok lainnya yang memiliki potensi ekonomi yang belum tergali. Manero juga mendorong anggota APEC untuk terus memprioritaskan praktik pertanian yang berkelanjutan, yang mampu menjaga sumber daya alam dan melindungi lingkungan. Ia menekankan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi sektor pertanian, dan diperlukan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi dampaknya. Langkah-langkah tersebut mencakup promosi praktik agroekologi, investasi dalam sumber energi terbarukan, serta pengelolaan lahan dan air yang berkelanjutan. Manero juga menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan keamanan pangan. Dengan bekerja sama, kita dapat mengembangkan cadangan pangan regional, meningkatkan fasilitasi perdagangan, serta memastikan arus produk pertanian yang efisien melintasi batas negara. Selain itu, kita dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperbaiki transparansi pasar, serta mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan. Di akhir sesi, Manero menegaskan kembali komitmen APEC untuk mencapai Visi Putrajaya 2040, yang mencakup implementasi Rencana Aksi Aotearoa. Tujuannya adalah untuk mencapai keamanan pangan yang berkelanjutan, memastikan keselamatan pangan, meningkatkan gizi bagi semua, serta mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan di kawasan dengan mempromosikan perdagangan dan keberlanjutan pertanian serta inovasi dan pengembangan pertanian yang hijau, tangguh, dan rendah emisi. ANTARA