BANTEN –
**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) secara resmi mengumumkan dukungannya kepada Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta di tahun 2024. Keputusan ini menggantikan dukungan sebelumnya kepada Anies Baswedan. Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menyampaikan bahwa SK dukungan yang dahulu diberikan kepada Anies telah dicabut dan kini digantikan dengan SK baru yang mengarah pada Ridwan Kamil. Kementrian ini dilakukan dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan di Tangerang pada Selasa. Ahmad Syaikhu menegaskan posisi PKS saat ini yang telah bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ia menegaskan bahwa pihaknya dengan tegas akan mendukung pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, yaitu Ridwan Kamil dan Suswono. Lebih lanjut, Syaikhu mengklarifikasi bahwa dukungan terhadap Anies Baswedan dan pasangannya, Muhammad Sohibum Imam, dinyatakan tidak berlaku lagi. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan partainya untuk memastikan tambahan empat kursi dari partai lain demi menguatkan dukungan kepada Anies. Karena tidak ada perkembangan signifikan menjelang batas waktu yang ditentukan pada 4 Agustus, PKS memutuskan untuk mencabut dukungan kepada Anies dan beralih ke Ridwan Kamil. Syaikhu juga menunjukkan komitmen PKS untuk tetap berada dalam Koalisi Indonesia Maju, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat di dalam koalisi tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan untuk bergabung dalam KIM tidak diambil secara sembarangan, melainkan merupakan hasil dari musyawarah di antara para anggota partai. Disebutkan bahwa sebanyak 12 partai politik telah secara resmi menandatangani piagam dukungan untuk pasangan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dalam Pemilihan 2024 mendatang. Di antara partai-partai yang terlibat dalam dukungan tersebut adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, serta Partai Persatuan Pembangunan. ANTARA